Surat Haru Maling di Mojokerto, Ngaku Mencuri demi Bayar Semester Sekolah Anak
MOJOKERTO, iNews.id – Surat permintaan maaf yang ditulis maling di Mojokerto menjadi perhatian warga. Dalam surat tersebut, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak biaya pendidikan anak dan berjanji mengembalikan uang yang diambil setelah menerima gaji.
Surat itu diketahui oleh Alfin Setyo Tunggal (33), pemilik toko kelontong di Desa Jabon Tegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, yang sebelumnya menjadi korban pencurian rokok dan uang tunai.
Pelaku sempat tertangkap oleh Alfin dan warga saat beraksi. Saat diperiksa, pelaku kedapatan membawa sejumlah rokok yang diduga hasil curian.
Warga yang geram sempat memukuli pelaku sebelum akhirnya dilepaskan karena barang yang dicuri telah dikembalikan. Keesokan harinya, Alfin menemukan amplop berisi surat yang diduga ditulis oleh pelaku.
Isi surat tersebut mengungkap alasan di balik aksi pencurian yang dilakukannya.
"Pas pulang kerja malam lalu saya tidur. Paginya, istri saya bilang ada surat di depan toko dan saya baca ternyata surat dari maling itu. Isinya minta maaf katanya mencuri buat biaya anaknya sekolah, dua minggu lagi akan diganti uangnya," kata Alfin.
Hingga kini identitas pelaku belum diketahui. Sementara itu, Alfin memilih menunggu iktikad baik pelaku untuk menepati janjinya mengembalikan uang yang telah dicuri.
"Ya saya nunggu respons baik saja dari orangnya," kata Alfin.
Berikut isi surat lengkap pelaku:
Mohon maaf pak buk, kulo kaet kerja gaji digantung. Bapak/Ibu ngapunten sengkata. Saya kepepet pak buk, butuh uang nyari pinjaman gak ada, buat bayar semester anak saya. Kalau gak kebayar gak bisa ikut. Uang bapak 352.000. Saya gajian 2 minggu lagi saya kembalikan 400.000. Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi.









