Pembunuh Siswi SD di Sragen Ditangkap Polisi, Motifnya Apa?

Pembunuh Siswi SD di Sragen Ditangkap Polisi, Motifnya Apa?

Nasional | inews | Rabu, 10 Juni 2026 - 19:47
share

SRAGEN, iNews.id - Polisi bergerak cepat dan menangkap seorang terduga pelaku pembunuhan siswi SD di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pelaku berinisial S alias Suparman ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sragen di wilayah Kecamatan Gondang, Selasa (9/6/2026) malam.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menyelidiki intensif sejak menerima laporan kejadian. Kasus dugaan pembunuhan ini sebelumnya memicu perhatian warga dan ramai dibahas di media sosial.

Polisi menggunakan analisis digital dan pelacakan rekaman CCTV di sejumlah titik. Cara itu dilakukan untuk mengidentifikasi sekaligus melacak keberadaan terduga pelaku.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan penangkapan terduga pelaku. Menurutnya, saat ini baru satu orang yang diamankan dalam kasus tersebut.

“Benar, terduga pelaku sudah diamankan tadi malam di wilayah Gondang. Untuk sementara ini baru satu orang yang kami amankan, namun penyelidikan dan pengembangan masih terus dilakukan,” ujar AKBP Dewiana dikutip dari iNews Sragen, Rabu (10/6/2026).

Selain menangkap terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diselidiki.

Saat ini, S masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen. Penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Penangkapan terduga pelaku turut menjawab sejumlah spekulasi yang sebelumnya berkembang di media sosial. Sebelumnya, beredar berbagai dugaan yang mengaitkan kasus ini dengan keluarga korban.

AKBP Dewiana menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban maupun ibu korban. Namun, polisi masih mendalami hubungan terduga pelaku dengan salah satu pihak yang dikenal korban.

“Tidak ada hubungan keluarga dengan korban ataupun ibu korban. Namun yang bersangkutan diketahui mengenal ayah tiri korban. Hubungan tersebut masih kami dalami untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkara ini,” ucapnya.

Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tidak membangun opini yang bisa merugikan pihak tertentu. Polisi memastikan proses penyidikan dilakukan secara profesional. Seluruh langkah penyelidikan disebut berdasarkan alat bukti yang sah.

“Mohon masyarakat bersabar. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Apabila seluruh proses sudah selesai dan hasilnya telah lengkap, kami akan menyampaikan secara resmi kepada publik,” ujar Kapolres.

Topik Menarik