Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung
BANDUNG, iNews.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax membuat banyak warga di Kota Bandung mengeluh. Selain dinilai terlalu tinggi, kenaikan harga tersebut juga dikeluhkan karena dianggap tidak disertai sosialisasi yang memadai kepada masyarakat.
Dampak kenaikan harga terlihat di salah satu SPBU di Jalan Riau, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026). Antrean kendaraan tampak memadati area pengisian BBM jenis Pertalite.
Kondisi ini terjadi setelah harga Pertamax yang sebelumnya sekitar Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan hampir Rp4.000 per liter tersebut membuat sebagian konsumen memilih beralih ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau.
Sejumlah pengendara mengaku terkejut dengan penyesuaian harga Pertamax. Mereka menilai informasi mengenai kenaikan harga tidak tersampaikan secara luas sehingga banyak masyarakat baru mengetahui setelah tiba di SPBU.
Rizki, salah seorang pengendara motor, mengaku terpaksa beralih ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu mahal untuk kebutuhan sehari-hari. Keluhan serupa juga disampaikan Ilham dan Firman yang menilai kenaikan harga BBM semakin menambah beban pengeluaran.
"Mendadak pisan, tiba-tiba naik tadi pagi 32 persen. Ini naiknya agak kebangetan sih," kata Rizki.
Akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite, antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi lebih panjang dibanding hari-hari sebelumnya.
Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite juga mengalami penyesuaian pada awal Juni. Kini, kenaikan harga Pertamax kembali memicu perubahan pola konsumsi masyarakat yang memilih menggunakan BBM dengan harga lebih rendah.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi yang lebih baik terkait kebijakan penyesuaian harga BBM agar masyarakat tidak terkejut dan dapat menyesuaikan pengeluaran mereka.









