Ormas Islam Dampingi Ahmad Bahar ke Komnas Perempuan dan HAM Terkait GRIB Jaya
JAKARTA - Berbagai ormas Islam mendampingi penulis Ahmad Bahar dan anaknya, Ilma Sani Fitriana, mengadu ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM, Jakarta, pada Kamis 21 Mei 2026 terkait dugaan intimidasi yang dilakukan anggota GRIB Jaya dan ketuanya, Rosario de Marshall alias Hercules.
"Kami tentu sangat prihatin terhadap apa yang dialami oleh saudari Ilma Sani Fitriana, beliau usia 33 tahun yang mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dan tentu melanggar hak asasi, khususnya terhadap perempuan," ujar Ketua Bidang Riset dan Advokasi Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LBH AP PP Muhammadiyah), Gufroni kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, langkah itu diambil pasca pihaknya mendapatkan surat kuasa atas kasus yang dialami Ilma Sani tersebut. Tak hanya dari LBH Muhammadiyah, tetapi berbagai LBH dari ormas Islam turut mendampingi Ilma Sani selaku korban dugaan intimidasi tersebut.
"Sebagaimana yang sudah kami sampaikan pada saat konferensi pers hari Selasa yang lalu di kantor PP Muhammadiyah, dilanjutkan dengan penandatanganan surat kuasa, maka hari ini kami dari aliansi ormas Islam untuk perlindungan perempuan," tuturnya.
"Di dalamnya ada LBH-LBH dari beberapa ormas Islam. Kami dari LBH PP Muhammadiyah, kemudian LBH Persis, LBH Hidayatullah, LBH Syarikat Islam, dan LBH-LBH yang lainnya," terang Gufroni.
Ia menerangkan, peristiwa yang dialami Ilma Sani pada Minggu lalu itu termasuk perbuatan di luar kemampuan manusia. Sebab, perlakuan yang dialami Ilma oleh anggota dan Ketua GRIB Jaya tersebut dianggapnya tidak manusiawi.
"Di mana dalam peristiwa yang kemarin terjadi hari Minggu yang lalu sampai malam dini hari itu, terjadi suatu hal-hal yang di luar kemampuan manusia. Ada perlakuan-perlakuan yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh anggota ormas GRIB, termasuk juga oleh Bapak Hercules," paparnya.
"Poin-poin substansinya nanti kami akan sampaikan kepada Komisioner Komnas HAM. Fakta-fakta apa yang terjadi pada saat klien kami, Ilma, diinterogasi oleh Hercules di Markas Pusat GRIB Jaya," kata Ilma.
Ia menambahkan, berbagai ormas Islam pun terpanggil untuk mendampingi Ilma Sani dan ayahnya, Ahmad Bahar, dalam kasus tersebut. Pihaknya pun bakal membeberkan perlakuan tidak menyenangkan dan tidak manusiawi yang dialami Ilma pasca mendapatkan jaminan keamanan usai mengadu ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM.
"Mungkin ini sesuatu yang barangkali mengganggu rasa kemanusiaan kita semua. Sebagaimana seorang perempuan, seorang anak dari Pak Ahmad Bahar diperlakukan secara tidak manusiawi. Oleh karenanya, kami dari Aliansi Ormas Islam merasa terpanggil untuk mendampingi saudari Ilma mendapatkan keadilan atas perlakuan yang tidak menyenangkan," bebernya.
Penulis Ahmad Bahar dan anaknya, Ilma Sani Fitriana, yang menjadi korban dugaan intimidasi tersebut turut hadir di Komnas Perempuan dan Komnas HAM. Saat ini, mereka tengah melakukan aduan di dua lembaga yang lokasinya berdampingan itu di kawasan Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.










