IRGC Ancam Semua Kapal Perang AS Akan Bernasib Sama seperti USS Gerald R Ford

IRGC Ancam Semua Kapal Perang AS Akan Bernasib Sama seperti USS Gerald R Ford

Global | sindonews | Sabtu, 4 April 2026 - 21:28
share

Komandan Utama Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani mengatakan “semua teroris Amerika” pada akhirnya akan melarikan diri dari wilayah tersebut dengan cara yang sama seperti komandan USS Gerald R. Ford melarikan diri dari Laut Merah karena takut akan serangan balasanIran.

Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Sabtu, Qaani mengatakan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford terpaksa mundur dari Laut Merah karena takut akan pasukan Yaman.

“Trump yang kriminal tampaknya juga harus memecat komandan USS Gerald R. Ford,” kata Qaani.

Ia mencatat bahwa kapal perang AS, setelah berminggu-minggu "berkeliaran" di wilayah tersebut, akhirnya mundur tanpa melewati Selat Bab al-Mandab.

“Karena takut akan Mujahidin Yaman yang heroik dan rakyatnya yang teguh, ia tidak berani menyeberangi Selat Bab al-Mandab,” tegas Qaani, merujuk pada titik strategis antara Semenanjung Arab dan Tanduk Afrika.

“Setelah dua minggu berkeliaran dan cerita yang dibuat-buat, ia melarikan diri dari Laut Merah dan wilayah tersebut,” tambahnya.

Qaani menegaskan kembali bahwa “nasib akhir semua pasukan teroris Amerika adalah melarikan diri dari wilayah tersebut.”

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan terhadap agresi apa pun yang menargetkan misi diplomatik Iran.

Kapal induk USS Gerald R. Ford, kapal induk terbaru dan tercanggih Angkatan Laut AS, telah dikirim ke Asia Barat untuk mengambil bagian dalam agresi AS-Israel terhadap Iran.Rezim AS dan Israel melancarkan agresi militer mereka terhadap Iran pada akhir Februari dengan menyerang 30 target di seluruh Teheran, membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior Iran.

Sejak saat itu, angkatan bersenjata Iran telah membalas dengan cepat dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan AS di seluruh wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Iran, pasukan Iran telah membunuh setidaknya 600 tentara Amerika di berbagai pangkalan AS sejak awal agresi.

Topik Menarik