Begini Fakta-Fakta Granat Asap Penyebab Ledakan di Monas

Published 03/12/2019 12:48:04

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan, ledakan di Monas, Jakarta Pusat pada Selasa (3/12/2019) pukul 07.20 WIB yang menyebabkan dua anggota TNI yakni, Serma Fajar Arisworo dan Praka Gunawan Yusuf terluka berasal dari granat asap.

"Diduga granat asap yang meledak," Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di lokasi kejadian, Selasa (3/12/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada beberapa jenis granat yang digunakan di dunia. Di antaranya, granat nanas, granat kejut, granat antikerusuhan dan granat asap. (Baca juga: Kapolda Metro Jaya Sebut Ledakan di Monas dari Granat Asap)

Granat asap merupakan granat berbentuk kaleng yang digunakan sebagai alat isyarat darat atau darat ke udara, penanda zona sasaran, pendaratan, atau penyembunyi pergerakan tentara. (Baca juga: Bunyi Ledakan di Monas Terdengar hingga Masjid Istiqlal)

Granat asap biasanya terbentuk dari silinder logam dengan lubang di bagian atas dan bawah untuk mengeluarkan asap. Ada dua jenis utama granat ini, granat asap berwarna dan granat penyembunyi. (Baca juga: Polisi Dalami Asal Granat Asap yang Meledak di Monas)

Pada granat asap berwarna, pengisinya biasanya terdiri dari 250 hingga 350 gram campuran asap pewarna kebanyakannya potasium nitrat, laktose dan pewarna. Tersedia warna-warna merah, hijau, kuning, dan ungu. Granat asap penyembunyi biasanya berisi hexachloroethane/zinc campuran (HC) atau campuran terephthalic acid (TA).

Jenis granat asap lain, adalah jenis asap meledak. Granat jenis ini sangat mematikan karena berisi fosfor putih (WP). Granat WP meledak dan menyebarkan fosfor putih ke segala arah, lalu fosfor terbakar apabila ketika bertemu udara, dan terbakar dengan api kuning terang, sambil menghasilkan asap putih yang banyak. Granat asap juga bisa berfungsi sebagai granat pembakar.

Artikel Asli