Kenali Perbedaan Jamur Untuk Tempe Biasa dan Tempe Busuk
Apakah kamu tahu kalau tempe itu selain terbuat dari bahan utama kedelai, tempe juga terbentuk melalui proses fermentasi yang dibantu oleh spesies jamur. Meskipun menggunakan jamur, tetapi jamur yang menempel pada kedelai dan membentuk tempe tersebut adalah jenis jamur yang sehat dan baik untuk tubuh. Bahkan kandungan protein pada tempe cukup untuk menggantikan protein hewani seperti telur, atau daging. Tapi apa kamu tahu nama dari jamur untuk tempe ini ? yuk berkenalan dengan Rhizopus Oryzae dan Rhizopus Oligosporus.
Jamur Tempe Biasa
Rhizopus Oryzae merupakan jenis jamur atau kapang yang tergabung ke dalam filum Mucoraceae, nah Rhizopus ini menghasilkan enzim lipase yang berguna untuk membantu proses fermentasi kedelai, sehingga berubah menjadi tempe. Namun Rhizopus jauh lebih dikenal dengan sebutan jamur tempe oleh masyarakat, dan jamur ini bisa tumbuh di tanah, buah, sayuran bahkan nasi yang sudah basi, bahkan selain membantu proses fermentasi, jamur baik yang satu ini juga dikenal sebagai organisme pengolah limbah yang baik.
Jamur untuk tempe merupakan mikroorganisme semi saprofit dan juga memiliki sifat anaerob. Ciri utama dari jamur ini dia memiliki miselium yang tidak bersekat sama seperti jamur-jamur lain dari filum yang sama. Mereka hidup berkoloni di tempat yang lembab atau sisa-sisa organisme lain, dengan koloni berwarna abu-abu.
Jamur Tempe Busuk
Nah mungkin banyak dari kalian yang mengenal sebutan makanan tempe busuk, makanan ini merupakan jenis tempe yang juga umum ditemukan, tetapi memiliki sedikit perbedaan dengan tempe biasa. Tempe busuk memiliki warna yang lebih gelap dan bau yang sangat menyengat, meskipun memiliki nama busuk karena aroma yang dihasilkan. Tempe ini juga sama menyehatkannya, bahkan ada banyak juga yang menyukai tempe jenis ini.
Jamur yang membantu proses fermentasi tempe busuk tentu berbeda dengan Rhizopus Oryzae, dia adalah Rhizopus Oligosporus. Masih berada di keluarga yang sama namun memiliki karakter yang berbeda. Ciri utamanya yang paling jelas perbedaannya adalah koloni jamur ini berwarna putih.
Meskipun memiliki nama busuk, sebenarnya tempe ini sangat aman karena tak ada zat toksin sedikitpun didalamnya, penampilannya yang terlihat busuk ini adalah akibat proses fermentasi yang lebih lanjut, proses yang lebih panjang ini menyebabkan pertumbuhan jamur terhenti dan digantikan oleh bakteri dan asam lemak bebas. Akibatnya bisa terbentuk amonia karena mengalami penurunan kadar protein, sehingga muncul aroma busuk pada tempe.