Ngeri! PLTN Iran Dibom AS-Israel, Dampaknya Bisa Musnahkan Kehidupan di Negara-Negara Arab
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di negaranya bisa melenyapkan kehidupan di negara-negara Teluk Persia atau negara-negara Arab. Dampak kehancuran dari serangan tersebut bukan hanya dirasakan oleh Iran semata.
Peringatan keras itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di media sosial X, Sabtu (4/4/2026), menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap PLTN Bushehr yang dikelola bersama Rusia.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menyatakan, fasilitas PLTN Bushehr diserang beberapa kali menyebabkan seorang karyawannya tewas.
Dia mengaitkan serangan terhadap PLTN di Ukraina oleh Rusia yang memicu kemarahan negara-negara Barat. Namun saat PLTN di Iran yang dibom, Barat bungkam.
"Ingat kemarahan Barat tentang permusuhan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina? Israel-AS telah mengebom pembangkit Bushehr empat kali," ujarnya.
Araghchi menambahkan dampak radioaktif dari kehancuran PLTN Bushehr akan mengakhiri kehidupan di kota-kota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Kronologi Temuan Bayi Baru Lahir di Pejaten, Diduga Ditinggalkan Kakak Beserta Perlengkapannya
Sebelumnya, AEOI melaporkan tiga serangan terhadap PLTN Bushehr berlangsung pada 17, 24, dan 27 Maret. Iran juga mencatat dua serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz pada 1 dan 21 Maret serta serangan terhadap fasilitas air berat di Khondab pada 27 Maret.
Selain itu AS-Israel juga menyerang pabrik produksi konsentrat uranium di Ardakan.










