Menlu Desak PBB Investigasi Usai Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon

Menlu Desak PBB Investigasi Usai Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon

Terkini | idxchannel | Sabtu, 4 April 2026 - 22:14
share

IDXChannel - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengaku telah menerima laporan adanya tiga prajurit TNI Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang terluka.

Sebelumnya, Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI UNIFIL yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon.

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," kata Menlu kepada awak media di VIP Room Bandara Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).

Menlu memastikan bahwa pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York telah meminta agar dilaksanakan rapat Dewan Keamanan PBB. Permintaan ini sehari setelah insiden yang membuat tiga prajurit TNI di UNIFIL gugur.

"Satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan. Intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," kata dia.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia menuntut PBB supaya melakukan investigasi menyeluruh. Pasalnya, pasukan TNI di UNIFIL hanya menjalankan misi penjaga perdamaian.

"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," tuturnya.

Menlu pun meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

"Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik