Menlu Tuntut PBB Investigasi Menyeluruh Prajurit TNI Diserang 3 Kali di Lebanon

Menlu Tuntut PBB Investigasi Menyeluruh Prajurit TNI Diserang 3 Kali di Lebanon

Terkini | inews | Sabtu, 4 April 2026 - 20:48
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan telah menerima laporan adanya tiga prajurit TNI Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang terluka akibat diserang di Lebanon. Insiden itu menjadi yang ketiga kalinya prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL diserang.

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," kata Sugiono kepada awak media di VIP Room Bandara Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).

Menlu memastikan pemerintah Indonesia lewat perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York telah meminta agar dilaksanakan rapat Dewan Keamanan PBB. Permintaan ini sehari setelah insiden yang membuat tiga prajurit TNI di UNIFIL gugur.

"Satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," jelasnya.

Sugiono pun menuntut PBB menginvestigasi menyeluruh insiden tersebut. Pasalnya, pasukan TNI di UNIFIL hanya memiliki misi penjaga perdamaian. 

"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat atau pun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," tegasnya.

Dia pun meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

"Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," tutur dia.

Topik Menarik