Indeks Pembangunan Manusia Tangsel Tertinggi di Banten, Kemiskinan Terendah
TANGSEL – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Tangerang Selatan (Tangsel) mendapai nilai 84,16 sekaligus menjadi yang tertinggi di Banten. Hal itu tertuang dalam laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2024.
Selain itu, angka kemiskinan di Tangsel 2,36 dan pengangguran 5,09 menjadi yang terendah di Banten. Capaian tersebut membuktikan bahwa Tangsel menjadi kota dengan pertumbuhan dan kesejahteraan terbaik di Banten.
Menurut Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan ekonomi dan sosial yang strategis. Kemudian, berfokus pada kesejahteraan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup warga melalui berbagai program pembangunan yang berkelanjutan. IPM yang tinggi menunjukkan bahwa pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi warga Tangsel terus mengalami peningkatan," kata Benyamin dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).
Timnas Jepang Lolos Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 2 Klasemen Sementara Grup C?
Tangsel juga terus mempertahankan standar tertinggi dalam tata kelola keuangan, yang dibuktikan dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama tiga tahun berturut-turut. Sedangkan dalam hal pelayanan dasar, enam sektor utama seperti kesehatan, pendidikan, ketertiban, dan sosial, pekerjaan umum, perumahan, juga menunjukkan capaian positif dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat.
Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2024 juga berhasil mencapai target yakni Rp2,3 triliun atau 103,21 persen dari pagu yang ditetapkan. Capaian tersebut didukung optimalisasi pajak daerah serta inovasi di berbagai sektor pelayanan publik.
Inovasi dalam meningkatkan kesehatan warga, menurut Benyamin, merupakan hal penting. Sehingga Pemerintah Kota Tangsel terus mengembangkan berbagai inovasi daerah, baik berbasis digital maupun non-digital, untuk mempercepat pelayanan dan meningkatkan efisiensi birokrasi.
"Kami selalu berupaya menghadirkan inovasi yang mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga administrasi kependudukan. Tangsel harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar bisa tetap kompetitif," katanya.
Kendati, pihaknya masih menyadari masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti ketimpangan pendapatan yang masih berada pada level sedang. Namun, ia memastikan segenap jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel akan terus bekerja keras untuk mengatasi kendala tersebut.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Pemerintah akan terus berupaya mengurangi ketimpangan ekonomi dan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Tangsel," katanya.