Carlo Ancelotti Sebut Pemain Paling Jenius yang Pernah Dilatih, Bukan Zinedine Zidane
MADRID, iNews.id – Carlo Ancelotti mengejutkan publik setelah menyebut Kaka sebagai pemain paling cerdas yang pernah dia latih. Bukan Zinedine Zidane yang sempat dilatihnya di Juventus.
Zinedine Zidane selama ini dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat dalam sejarah sepak bola. Kariernya bersinar pada era 1990-an hingga awal 2000-an sebelum akhirnya pensiun pada 2006.
Selain teknik kelas dunia dan kemampuan mengendalikan permainan, Zidane juga dikenal memiliki kecerdasan sepak bola yang tinggi. Pemahaman taktik yang kuat itu kemudian terlihat saat dia berkarier sebagai pelatih dan membawa Real Madrid meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Namun Carlo Ancelotti memiliki pandangan menarik terkait pemain paling cerdas yang pernah dia latih. Menurut laporan Planet Football, pelatih asal Italia tersebut menilai mantan gelandang AC Milan, Kaka, sebagai pemain dengan kecerdasan permainan paling menonjol.
Ancelotti tetap mengakui kualitas Zidane berada pada level tertinggi dalam hal kemampuan bermain. Meski begitu, dia menilai Kaka memiliki kecerdasan luar biasa saat berada di lapangan.
“Dia tidak berada di level Zinedine Zidane, tetapi hampir mendekatinya. Dia adalah pemain terbaik kedua yang pernah saya latih dan jelas yang paling cerdas,” kata Ancelotti.
Kisah Ancelotti Saat Pertama Kali Melihat Kaka
Ancelotti mengenal Kaka dengan sangat baik saat melatih AC Milan pada periode 2003 hingga 2009. Di bawah arahannya, pemain asal Brasil tersebut berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia.
Kaka meraih banyak trofi bersama AC Milan, termasuk Liga Champions, Serie A, serta Ballon d’Or pada 2007. Meski begitu, Ancelotti mengaku sempat ragu ketika pertama kali melihat penampilan Kaka saat baru tiba di Italia.
“Kaka mendarat di Bandara Malpensa dan saya menutup kepala dengan kedua tangan. Kacamata, rambut tersisir rapi, wajah anak baik-baik. Yang kurang hanya buku sekolah dan camilan. Astaga, kami merekrut seorang mahasiswa. Kaka sama sekali tidak terlihat seperti pemain sepak bola Brasil," lanjut Ancelotti.
Keraguan Ancelotti berubah total saat melihat Kaka menjalani sesi latihan pertamanya bersama AC Milan.
“Suatu hari, akhirnya Kaka datang ke latihan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Pertanyaan pertama yang ingin saya ajukan adalah, ‘Apakah kamu sudah memberi tahu ayah dan ibumu kalau kamu bolos sekolah hari ini?’ Petugas keamanan di Milanello bahkan bisa saja meminta kartu identitasnya sebelum mengizinkannya masuk," tuturnya.
Namun kesan itu berubah drastis ketika Kaka mulai menyentuh bola di lapangan.
“Kemudian dia masuk ke lapangan meski masih mengalami jet lag. Langit seperti terbuka. Saat bola berada di kakinya, dia luar biasa. Saya berhenti berbicara karena kehabisan kata-kata. Kata-kata bahkan tidak cukup untuk menggambarkan apa yang saya lihat.”










