Pemerintah Soroti Perjuangan Guru yang Mengabdi di Wilayah Terpencil

Pemerintah Soroti Perjuangan Guru yang Mengabdi di Wilayah Terpencil

Nasional | okezone | Minggu, 8 November 2026 - 11:16
share

JAKARTA - Pemerintah menyoroti perjuangan guru yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus berperan dalam menumbuhkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag,  Amien Suyitno mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan terhadap para guru tersebut dalam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag 2026.  Menurutnya, pengakuan atas pengabdian pendidik kepada negara dan masyarakat menjadi hal yang lebih penting.

"Sebesar apa pun penghargaan yang diberikan kepada guru, tentu belum sebanding dengan jerih payah dan pengorbanan mereka. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana para guru mendapatkan pengakuan atas pengabdian mereka kepada negara melalui pendidikan, sekaligus atas peran mereka di tengah masyarakat," ujar Amien, Minggu (8/11/2026).

Perhatian terhadap pengabdian di wilayah 3T tercermin dalam kategori GTK Dedikatif. Penghargaan ini ditujukan bagi guru, kepala madrasah, serta ketua KKG, MGMP, MGBK, KKRA, KKM, dan Pokjawas yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, kawasan minoritas, maupun lingkungan inklusi.

Kemenag memberikan ruang bagi pendidik yang terus menjalankan tugas di tengah keterbatasan sekaligus membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, peran guru dalam merawat toleransi diangkat melalui kategori Guru Lintas Iman. Penghargaan ini menyasar guru agama di bawah binaan Kemenag, termasuk Bimas Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Khonghucu, yang menjadi teladan dalam menumbuhkan kerukunan antarumat beragama.

 

Adapun kategori GTK Inspiratif diperuntukkan bagi guru RA, MI, MTs, MA, kepala RA atau madrasah, pengawas, serta tenaga administrasi, laboratorium, dan perpustakaan. Kategori ini memberikan apresiasi kepada GTK yang menghadirkan gagasan, praktik, maupun inovasi inspiratif di lingkungan pendidikan.

“Kemenag mengangkat kontribusi pendidik yang tidak hanya membangun prestasi akademik, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial masyarakat,”ujarnya.

“Pengabdian di wilayah dengan keterbatasan, inovasi pendidikan, serta keteladanan dalam menjaga kerukunan menjadi bagian dari peran guru dalam membentuk generasi Indonesia,” tutup Amien.

Topik Menarik