45 Menit yang Menegangkan, Begini Kronologi Kontak Tembak TNI dan OPM di Yahukimo
YAHUKIMO, iNews.id - Kontak tembak antara pasukan TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka terjadi di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Baku tembak berlangsung selama 45 menit setelah upaya meminta kelompok bersenjata tersebut menyerah berujung saling tembak.
Kronologi kontak tembak berawal ketika Satgas Mandala memberikan informasi mengenai keberadaan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM pimpinan Kopitua Heluka. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir.
Pasukan gabungan TNI kemudian bergerak menelusuri jejak kelompok tersebut hingga ke sekitar Camp Biru, Kali Senami, Distrik Dekai pada Rabu (4/11/2026).
Setelah menemukan keberadaan mereka, personel TNI lebih dahulu melakukan pendekatan persuasif dengan meminta anggota kelompok OPM menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Sebelum kontak tembak terjadi pasukan kami sudah terlebih dahulu melakukan upaya persuasif dengan meminta mereka menyerah serta meletakkan senjata namun ajakan ini dibalas mereka dibalas dengan tembakan," ujar Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Sabtu (7/11/2026).
Situasi pun berubah menjadi kontak tembak. Kedua pihak terlibat baku tembak selama sekitar 45 menit di kawasan tersebut. Setelah kontak senjata berlangsung, sedikitnya 15 anggota kelompok pimpinan Kopitua Heluka dilaporkan mundur dan melarikan diri ke dalam hutan.
Pasukan TNI kemudian melanjutkan operasi dengan menyisir kawasan sekitar lokasi. Dalam penyisiran tersebut, personel menemukan gubuk yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok OPM.
"Setelah dicek, kami menemukan tujuh pucuk senjata api yang terdiri dari dua pucuk senjata laras pendek dan lima pucuk senjata laras panjang kemudian puluhan amunisi berbagai kaliber, dua teleskop, beberapa bilah senjata tajam dan selembar bendera binta kejora," katanya.
Dia menegaskan, TNI tetap mengutamakan pendekatan persuasif untuk mengajak kelompok bersenjata menyerahkan diri. Namun, pasukan akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum apabila menghadapi perlawanan.










