Jenazah Korban Terakhir Helikopter MI-17 TNI AD Berhasil Dievakuasi dari Laut Seruyan
SERUYAN, iNews.id - Tim penyelam Basarnas berhasil mengevakuasi jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo, korban terakhir kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Jenazah Heri sebelumnya masih terjebak di dalam bangkai helikopter yang tenggelam dan tertimbun lumpur di dasar laut.
Proses evakuasi dilakukan setelah tim penyelam berhasil membalikkan badan helikopter yang sebelumnya tertimbun lumpur di dasar laut. Posisi bangkai helikopter tersebut sempat menyulitkan petugas untuk menjangkau korban yang masih terjebak di dalam kabin.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin yang memimpin langsung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Setiawan dan Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, proses membalikkan badan helikopter bukan pekerjaan mudah.
"Alhamdulillah semuanya sudah ditemukan, dari delapan kru yang ditemukan, 5 selamat yang tiga meninggal dunia, dua kemarin sudah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan dan tadi pagi yang terakhir Sertu Anumerta Heri akan dibawa ke Trenggalek," ujar Mayjen TNI Zainul Arifin.
Operasi SAR dimulai pukul 06.00 WIB. Setelah berjibaku selama sekitar dua setengah jam, tim akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban pada pukul 08.30 WIB.
Operasi sengaja dilakukan pada pagi hari untuk menghindari kondisi air laut pasang dan gelombang tinggi yang dapat menghambat proses evakuasi.
Dengan ditemukannya Heri Prasetyo, seluruh korban yang gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17 tersebut berjumlah tiga orang. Pangkat Heri juga dinaikkan satu tingkat menjadi Sertu Anumerta.
Sebelumnya, dua korban lainnya, yakni Letkol Anumerta Dudi dan Kapten Anumerta Hafiz, telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing di Bandung dan Semarang.
Sementara itu, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo rencananya diserahkan kepada keluarganya di Trenggalek, Jawa Timur.
Pangdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya ketiga prajurit tersebut. Dia berharap pengorbanan para korban dalam menjalankan tugas diterima sebagai amal kebaikan.
"Kami berbelasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.










