Jokowi Mengaku Dihina dan Direndahkan, Nama Baik Keluarga Ikut Tercemar
JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa terhina dan direndahkan, akibat tindakan para terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait polemik ijazahnya. Jokowi menyebut, peristiwa tersebut juga berdampak pada nama baik dirinya dan keluarga.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Saat ditanya jaksa penuntut umum (JPU) mengenai kerugian yang dialaminya setelah menyaksikan video yang menampilkan perbuatan para terdakwa, Jokowi mengaku mengalami kerugian immateriil.
"Kerugian immaterial, Yang Mulia. Kerugian immaterial karena tercemarnya nama baik saya dan juga keluarga saya," ujar Jokowi di persidangan.
Selain merasa nama baiknya tercemar, Jokowi mengaku mendapat perlakuan yang membuat dirinya merasa dihina dan direndahkan.
"Saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," katanya.
Jokowi juga mengungkapkan keberatannya atas tuduhan menggunakan ijazah palsu untuk kepentingan pencalonan dalam sejumlah kontestasi politik. Ia menyebut tuduhan tersebut berkaitan dengan pencalonannya sebagai wali kota sebanyak dua kali, gubernur satu kali, hingga presiden dua kali.
"Kemudian yang ketiga juga saya merasa dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali, Yang Mulia," pungkasnya.










