Sidang Roy Suryo, Refly: Aneh, Ijazah Fisik Jokowi Tak Kunjung Dihadirkan

Sidang Roy Suryo, Refly: Aneh, Ijazah Fisik Jokowi Tak Kunjung Dihadirkan

Nasional | okezone | Kamis, 5 November 2026 - 10:43
share

JAKARTA – Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mempertanyakan belum diperlihatkannya ijazah fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Ia menilai, dokumen yang menjadi pokok polemik tersebut semestinya diperlihatkan secara langsung di ruang sidang agar dapat diperiksa dan diklarifikasi.

"Bayangkan sampai sidang yang ke-11 bagi dokter Tifa dan ke-4 bagi kita (Roy Suryo), ijazah itu tidak pernah nongol, tidak pernah muncul di persidangan. Itu sangat aneh. Karena biasanya barang bukti itu selalu dihadirkan," ujar Refly di PN Jaktim.

Menurut Refly, diperlihatkannya ijazah asli menjadi salah satu hal penting dalam pemeriksaan Jokowi sebagai saksi pelapor. Refly berharap jaksa penuntut umum dapat menghadirkan dokumen tersebut sehingga tidak hanya menjadi perdebatan di luar persidangan.

"Apakah ijazah beliau itu asli atau palsu? Nah, kita harapkan pagi ini ijazah yang asli, yang fisik, yang analog itu dibawa oleh jaksa atau penuntut umum. Jangan sampai disembunyikan," katanya.

Refly menilai, pembuktian keaslian dokumen tidak cukup hanya dengan memperlihatkan ijazah, tetapi juga harus melalui proses pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia meminta agar pemeriksaan melibatkan lembaga dan ahli forensik independen.

"Yang namanya sebuah dokumen itu asli atau tidak asli, bukan langsung ditunjukkan tanpa diuji dan kita percaya. Harus ada pengujian yang independen," tuturnya.

Ia mempertanyakan kesediaan Jokowi memberikan kesempatan kepada Roy Suryo dan pihak terkait untuk menguji dokumen tersebut melalui lembaga independen. "Berani enggak Pak Jokowi memberikan kesempatan kepada kita semua, terutama kepada Mas Roy, untuk menguji secara independen. Termasuk lembaga pengujian independen, apakah ijazah itu asli atau tidak," ucap Refly.

Lebih lanjut, Refly menegaskan, tidak bermaksud menyerang atau merendahkan Jokowi. Pemeriksaan tersebut, kata dia, merupakan kesempatan untuk mencari kejelasan atas persoalan yang menjadi perhatian publik.

"Kami bukan ingin menumbangkan, merendahkan atau menghantam apa pun Pak Jokowi. Kami ingin bertanya. Kita berharap sama-sama bermental mencari kebenaran, bukan mencari pembenaran," pungkasnya.

Topik Menarik