Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 4–7 November 2026.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4–20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Teluk Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, dan Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Kemudian, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Jawa bagian barat, serta Laut Jawa bagian tengah.
"Sedangkan, gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5–4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur," tulis keterangan BMKG, Rabu (4/11/2026).
BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 m), kapal tongkang (kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 m), serta kapal ferry (kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tulis keterangan BMKG.










