Pengakuan Haru Istri Tersangka Mutilasi Madiun: Syok dan Hancur Dikhianati
MADIUN, iNews.id – Marta Amalia Iflahah, istri sah dari Dwi Bagus Martono tersangka pembunuhan berencana disertai mutilasi dan pembakaran terhadap Dini Hardiyanti serta balitanya di Madiun akhirnya buka suara.
Dengan suara terbata-bata dan derai air mata, Marta membeberkan fakta memilukan yang dialaminya.
Didampingi kuasa hukumnya pada Minggu (1/11/2026) siang, Marta membantah tegas berbagai opini liar masyarakat yang menuding dirinya mengetahui perbuatan keji sang suami atau bahkan terlibat di dalamnya.
Marta menjelaskan bahwa setiap hari dirinya disibukkan dengan aktivitas mengajar dari pagi hingga sore hari. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah curiga atau melihat aktivitas mencurigakan di area halaman belakang rumahnya.
"Saya sama sekali tidak tahu aktivitas suami pada siang hari karena saya berada di sekolah untuk mengajar dari pagi sampai sore. Sehingga saya tidak tahu kalau halaman belakang rumah digunakan untuk tindakan pidana oleh suami saya," ujar Marta, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Marta juga meluruskan isu yang menyebut dirinya telah lama mengetahui hubungan gelap sang suami dengan korban Dini Hardiyanti.
Ia mengungkapkan, fakta pahit soal poligami suaminya baru terbongkar pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, selepas waktu Maghrib di teras belakang rumah mereka.
"Suami saya saat itu meminta maaf sambil bersujud dan menangis. Dia mengaku telah mengkhianati saya dan mengikat pernikahan siri dengan wanita lain selama dua tahun," tuturnya.
Marta juga menegaskan tidak pernah diajak bekerja sama atau mengetahui skenario laporan orang hilang yang sempat diajukan tersangka ke Mapolres.
Dia menyebut tersangka secara sengaja menyembunyikan laporan tersebut dan meminta kuasa hukum serta polisi untuk tidak mempublikasikannya karena takut ketahuan oleh sang istri sah.
"Fakta bahwa saya tidak tahu-menahu soal laporan tersebut bisa diverifikasi langsung ke pihak kepolisian maupun kuasa hukum suami saya saat itu," kata Marta.
AKBP Bagas Jabat Kapolres Magetan, Gantikan AKBP Raden Erik yang Kini Pimpin Polres Mojokerto
Dia mengaku saat ini kondisinya sangat shock dan hancur secara mental. Di satu sisi ia harus menerima kenyataan pahit atas pengkhianatan bahtera rumah tangganya, dan di sisi lain ia dihadapkan pada kejahatan luar biasa yang menjerat suaminya.
Kendati berada dalam balutan perasaan kecewa dan marah yang amat mendalam, Marta memastikan dirinya akan bertindak kooperatif menyerahkan seluruh alat bukti serta membantu penyidik kepolisian dalam menuntaskan penanganan hukum kasus pembunuhan sadis tersebut.










