PKS Serius Sikapi Polemik Ijazah Gibran agar Program Prabowo Tidak Terganggu
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkap alasan sangat serius menyikapi polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang disebut sebagai 'Ijazah-Gate'. Sikap serius ini dilakukan guna memastikan stabilitas politik agar program kerja Presiden Prabowo Subianto tidak terganggu.
"Dalam kaitan dengan Ijazah Gate ini, kenapa kami kemudian membuka diri sebagai jembatan dan berkomunikasi dengan fraksi-fraksi di DPR RI, agar kami menginginkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dengan program yang sedang digencarkan saat ini harus memberikan ketenangan," kata Ketua Badan Legislasi DPP PKS Zainudin Paru seusai menerima Denny Indrayana dkk di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Zainudin menegaskan, pelayanan pemerintah kepada masyarakat tidak boleh tersandera oleh kegaduhan politik mengenai isu pendidikan Wapres Gibran.
Baca Juga: Serius Sikapi Ijazah Gibran, PKS Siap Jadi Jembatan Komunikasi Masyarakat dengan DPR
"Sehingga semua program-program yang dijalankan itu mampu memberikan pelayanan yang optimal dan paripurna kepada masyarakat dan tidak boleh terganggu dengan masalah ijazah Wakil Presiden Saudara Gibran," ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya posisi Prabowo Subianto sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan yang harus terus didukung penuh oleh para menteri kabinet serta partai-partai koalisi.
Komitmen menjaga stabilitas ini, lanjut Zainudin, selaras dengan pidato Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf pada pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Binteknas) pekan lalu. Kala itu, Presiden PKS menegaskan bahwa keberhasilan Prabowo memimpin Indonesia adalah keberhasilan bagi seluruh rakyat.
Atas dasar itulah, PKS mendesak agar polemik ini segera dicarikan penyelesaian secara tuntas agar fokus pemerintahan tidak terbelah. "Itulah yang kami inginkan, agar tidak boleh terganggu dan harus selesai tentang masalah Ijazah Gate ini," pungkasnya.








