Karhutla Jambi Hampir 5.000 Hektare, Pemadaman Terkendala Air dan Angin Kencang

Karhutla Jambi Hampir 5.000 Hektare, Pemadaman Terkendala Air dan Angin Kencang

Nasional | inews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31
share

JAMBI, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jambi masih terjadi dan sulit dipadamkan. Minimnya pasokan air, angin kencang, serta medan yang sulit membuat api terus menjalar.

Salah satu titik kebakaran berada di Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dari pantauan udara, asap tebal terlihat membubung dari lahan yang terbakar.

Kondisi lahan yang kering dan tiupan angin kencang membuat api cepat menyebar. Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi yang terdiri atas Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat peduli api terus berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak meluas.

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain kesulitan mengendalikan api akibat angin kencang, petugas juga kekurangan pasokan air di lokasi kebakaran.

Karhutla juga terjadi di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Petugas berjibaku memadamkan api di kawasan yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan kelapa sawit. 

Medan yang sulit menjadi tantangan tambahan bagi tim di lapangan.

Danru 2 Daops Bukit Tempurung, Pandi Punaya menyebut, keterbatasan air, angin kencang, dan akses jalan di lahan gambut menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

"Kedala kita di lapangan yang pertama, sulitnya sumber air yang mengering, akses jalan gambut hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dan jalan kaki menuju ke titik api. Angin cukup kencang sehingga penjalaran api cukup cepat merambat," ujar Pandi di lokasi.   

Untuk mengatasi keterbatasan air, Satgas Karhutla Jambi berharap ada pembangunan sumur bor di lokasi kebakaran. Ketersediaan sumber air di dekat titik api diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman.

Berdasarkan data sementara Satgas Karhutla Jambi, luas lahan yang terbakar di sejumlah kabupaten di Jambi hampir mencapai 5.000 hektare. Ratusan titik panas juga masih terdeteksi di wilayah tersebut.

Topik Menarik