Dukung Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga

Dukung Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga

Berita Utama | inews | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 13:36
share

JAKARTA, iNews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus memperluas akses energi bersih melalui Program Energi Surya untuk Perdesaan dan Pemulihan Pascabencana. 

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya Asta Cita kedua yang mendorong pemenuhan kebutuhan energi secara berkelanjutan, Asta Cita keenam yang menitikberatkan pada penguatan desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, serta Asta Cita kedepalan yang berfokus pada peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim. 

Saat ini, BRI Peduli telah memperluas jangkauan program elektrifikasi berbasis energi surya ke sejumlah wilayah, mulai dari kawasan pedesaan di Jawa Barat hingga daerah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. 

Masyarakat menikmati energi bersih melalui Program Energi Surya dari BRI Peduli. (Foto: ist)

Salah satunya di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dengan kapasitas penyimpanan energi sebesar 43,2 kWh. 

Fasilitas ini dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan pelayanan publik di balai desa serta kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Kehadiran PLTS tersebut membawa manfaat bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, terutama dalam mengurangi dampak gangguan pasokan listrik terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi. 

Melalui pemanfaatan energi surya, gangguan pelayanan akibat pemadaman listrik di balai desa diperkirakan dapat dihindari hingga 75 jam per tahun. Pasokan energi yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10, sehingga turut mendukung produktivitas usaha dan penguatan ekonomi desa. 

Bagi masyarakat Desa Bojong, kehadiran PLTS membawa arti lebih dari sekadar tersedianya sumber listrik. Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengungkapkan bahwa perubahan tersebut mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 

“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad.

Tak berhenti pada penyediaan energi surya bagi masyarakat pedesaan, BRI Peduli juga memperluas dukungan elektrifikasi ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. 

Sebanyak 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel disalurkan untuk mendukung pemulihan pascabencana, terdiri atas 522 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit di Kabupaten Aceh Timur. 

Bantuan ini menjadi sumber penerangan dan pengisian daya perangkat komunikasi bagi keluarga terdampak, terutama ketika pasokan listrik belum sepenuhnya pulih, sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan. 

Manfaat energi surya juga terus diperluas hingga ke desa binaan BRI Peduli Desa BRILiaN melalui penyaluran 40 unit perangkat tenaga surya portabel. 

Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 1.456 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat langsung serta 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung. Di balik angka tersebut, kehadiran energi surya mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, pelayanan publik, hingga keberlangsungan usaha di tingkat desa. 

Manfaat sosial tersebut juga berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap lingkungan. Dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, Program BRI Peduli Energi Surya berpotensi menghasilkan 585 MWh listrik bersih setiap tahun sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara CO₂ (tCO₂e) per tahun.

Dampak yang dirasakan masyarakat tersebut juga menjadi perhatian BRI dalam menjalankan program sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan bantuan, tetapi juga pada manfaat jangka panjang.

Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam. Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap,” ujar Dhanny.

Topik Menarik