MBG Tingkatkan Kehadiran dan Semangat Belajar Siswa Desil 1
JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkorelasi dengan peningkatan kehadiran dan semangat belajar siswa di sekolah. Dampak terhadap kehadiran terlihat terutama pada siswa dari desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat mengatakan, hasil kajian menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Penurunan absensi juga semakin besar seiring dengan meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah.
"Jadi, ketika ia nonpenerima MBG, maka dia akan sering absen. Sementara kalau penerima MBG, dia akan relatif tidak absen ke sekolah. Dan berkurangnya absen ini semakin tinggi seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya," ujar Firman di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Firman menjelaskan, kajian tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dikembangkan DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain sejak tahun lalu. Selain kehadiran, kajian tersebut menemukan korelasi positif antara kualitas menu MBG dan semangat belajar siswa.
Firman mengungkap 95 persen penerima MBG merasa lebih bersemangat belajar ketika kualitas makanan yang disajikan dinilai baik. Sebaliknya, semangat belajar cenderung menurun ketika kualitas menu tidak sesuai harapan.
Atas temuan tersebut, DEN merekomendasikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah terus memperhatikan kualitas menu MBG untuk mendukung semangat belajar siswa. "Tadi kami sampaikan (kepada Presiden), kualitas menu MBG perlu diperhatikan karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," imbuhnya.
DEN juga menyoroti distribusi penerima MBG hingga September 2026 yang masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan. Kemudian, penerima manfaat masih didominasi siswa dari kelompok ekonomi mampu.
Karena itu, DEN menyarankan agar penyaluran MBG diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu, siswa di wilayah perdesaan, serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya ini diharapkan dapat mendorong siswa lebih rutin hadir di sekolah, meningkatkan semangat belajar, dan mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.
"Karena sekali lagi, tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah," pungkasnya.










