9.505 Personel Gabungan Kawal Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini

9.505 Personel Gabungan Kawal Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini

Berita Utama | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:23
share

Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 9.505 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengamankan puluhan aksi massa di berbagai titik wilayah Ibu Kota. Total ada 52 kegiatan aktivitas masyarakat pada hari ini.

"Gabungan TNI dan Polri dalam pelaksanaan pengamanan diterjunkan 9.505 personel yang terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, Pemprov DKI 135 personel, dan tamdal 170 personel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Monas, Selasa (20/10/2026).

Budi mengatakan, pada hari ini ada 52 kegiatan aktivitas masyarakat. "Terdiri dari 26 penyampaian aspirasi di muka umum dan 26 kegiatan aktivitas masyarakat lainnya."

Ia menjelaskan, sejumlah titik pengamanan dipusatkan di area strategis seperti Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, kawasan DPR/MPR RI, hingga sejumlah kementerian.

Baca Juga: Ada Demo, Pengendara Diimbau Hindari Kepadatan di 3 Lokasi Ini"Adapun 26 kegiatan aspirasi penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan di beberapa titik, seperti hari ini kita berada di Silang Selatan Monas dan sekitar wilayah Tugu Tani, Tugu Proklamasi, DPR/MPR RI, beberapa titik di kementerian-kementerian di wilayah hukum Polda Metro Jaya," jelasnya.

 

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menjamin hak warga negara dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan amanat konstitusi dan undang-undang.

Budi mengimbau agar seluruh elemen massa dapat menyampaikan aspirasinya secara tertib, damai, serta menghormati hak-hak masyarakat lain yang sedang beraktivitas rutin.

"Dengan semangat polisi bersama masyarakat menjaga ruang publik tetap aman dan memberi ruang dalam penyampaian demokrasi, penyampaian aspirasi agar dapat berjalan dengan tertib."

Personel gabungan dari unsur Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar apel gabungan di Monumen Nasional (Monas), untuk persiapan pengamanan aksi demonstrasi di sejumlah titik Jakarta.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi dan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto. Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi menekankan agar seluruh prajurit TNI dan anggota Polri yang bertugas di lapangan senantiasa mempedomani SOP serta arahan pimpinan dalam mengawal aksi penyampaian pendapat masyarakat.

"Keberadaan aparat TNI-Polri di lapangan ini memberikan keamanan, kenyamanan, dan kesejukan untuk warga Jakarta. Berikan ruang dan waktu kepada mereka yang melaksanakan kegiatan orasi secara tertib," ujar Deddy.

Senada dengan Pangdam, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menegaskan tugas pengamanan ini merupakan wujud pelayanan negara terhadap kebebasan berpendapat di negara demokrasi.

Dia juga mengingatkan agar seluruh personel gabungan tetap profesional, humanis, dan tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi dinamika di lapangan.

"Kita adalah prajurit-prajurit profesional yang sudah terlatih. Emosi boleh, tetapi harus tetap dikendalikan. Jangan mau terpancing oleh skenario yang memicu tindakan kekerasan," tegasnya.

Sebelumnya, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) akan menggelar demonstrasi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini, Selasa (20/10/2026).

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengungkapkan aksi simbolik di kawasan Tugu Proklamasi akan berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan yang berlangsung di Tugu Tani pukul 15.00 WIB.

"Kemudian, untuk menuntut penyelesaian masalah yang telah dihimpun sebelumnya kami akan turun aksi massa bersama kawan-kawan," ujar Yatalathof, Senin (19/10/2026).

Topik Menarik