Kejari Bojonegoro Punya Pimpinan Baru, Mohamad Rohmadi Dilantik Gantikan Zondri

Kejari Bojonegoro Punya Pimpinan Baru, Mohamad Rohmadi Dilantik Gantikan Zondri

Nasional | inews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:32
share

BOJONEGORO, iNews.id - Pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro resmi berganti. Mohamad Rohmadi dilantik Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Abdul Qohar sebagai Kajari Bojonegoro.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Sasana Adhyaksa, Kejati Jatim, Kamis (13/8/2026). Rohmadi kini memimpin Kejari Bojonegoro setelah sebelumnya jabatan tersebut sempat kosong dan dijalankan pelaksana tugas (Plt).

Pelantikan Rohmadi sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan Kajari Bojonegoro yang ditinggalkan Zondri. Selama jabatan Kajari kosong, tugas tersebut dijalankan Plt Martha Parulina Berliana, pejabat dari Kejati Jatim.

Dengan ini, Kejari Bojonegoro kembali memiliki pimpinan definitif. Rohmadi selanjutnya bertugas memimpin jajarannya dalam menjalankan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam agenda yang sama, Kajati Jatim Abdul Qohar juga melantik tujuh pejabat eselon III lainnya di lingkungan Kejati Jatim. Mereka yakni Muhamad Hamdan sebagai Asisten Pengawasan, Muhammad Ali Akbar sebagai Asisten Tindak Pidana Umum, serta Kristanti Yuni Purnawanti sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kemudian Adung Sutranggono dilantik sebagai Kajari Kota Malang, Suseno sebagai Kajari Kota Pasuruan, Ujang Sutisna sebagai Kajari Tuban, dan Anggara Suryanagara sebagai Kajari Tanjung Perak.

Abdul Qohar mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi untuk menghadapi tantangan penegakan hukum yang terus berkembang.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital menuntut jajaran Adhyaksa bekerja secara cermat, terukur, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Saya mendorong kita semua, agar lebih meningkatkan rasa dalam memahami isu terkini di tengah masyarakat. Penegakkan hukum harus mengutamakan kemanfaatan dan keadilan, barulah kepastian,” ujar Abdul Qohar dikutip dari iNes Bojonegoro, Sabtu (15/8/2026).

Abdul Qohar kemudian memberikan tiga arahan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, para pejabat diminta segera melakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal. Kedua, melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko di setiap bidang dan wilayah hukum masing-masing.

Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memastikan penegakan hukum berjalan tegas, berintegritas, objektif, transparan, dan terpercaya.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakajati Jatim beserta jajaran pejabat utama, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Timur dan pengurus, serta para kepala kejaksaan negeri se-Jawa Timur. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua IAD Daerah dan ditutup dengan acara pisah sambut pejabat.

Topik Menarik