Mahasiswa Makassar Pura-pura Diculik, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua

Mahasiswa Makassar Pura-pura Diculik, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua

Nasional | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:55
share

MAKASSAR, iNews.id - Polisi membongkar aksi seorang mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berpura-pura menjadi korban penculikan demi mendapatkan uang Rp90 juta dari orang tuanya.

Mahasiswa berinisial EE (23) itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak oleh keluarganya. Orang tua EE kemudian menerima pesan dari seseorang yang mengaku telah menculik dan menyekap anak mereka.

Dalam pesan tersebut, orang tua EE diminta menyiapkan uang tebusan. Pelaku juga mengancam akan mencelakai bahkan membunuh EE apabila uang yang diminta tidak segera diberikan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Tim URC Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan EE di sebuah rumah kos di Kota Makassar pada Rabu pagi (12/8/2026).

Namun, polisi menemukan fakta berbeda. EE ternyata tidak sedang disekap dan berada bersama seorang teman perempuan di rumah kos tersebut.

Penyidik kemudian melakukan pendalaman. Dari pemeriksaan, polisi mengungkap dugaan penculikan tersebut ternyata hanya sandiwara yang dibuat EE.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengatakan, EE diduga sengaja membuat skenario seolah-olah dia menjadi korban penculikan.

“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya korban itu sendiri. Dia membuat sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” kata AKP Sangkala dikutip dari iNews Celebes, Kamis (13/8/2026).

Menurut polisi, uang yang diminta kepada orang tua tersebut rencananya digunakan EE untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan interogasi bahwa atas uang tersebut digunakan sendiri untuk kegiatan sehari-hari. Berfoya-foya, seperti itu,” ucapnya.

AKP Sangkala mengatakan, kebutuhan gaya hidup diduga menjadi pemicu EE membuat skenario tersebut. Dia kemudian berpura-pura diculik dan disekap agar orang tuanya bersedia memberikan uang.

“Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedonnya sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya telepon seluler yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman kepada orang tua EE.

Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum terhadap EE. Polisi juga masih menunggu sikap orang tua EE selaku pelapor.

Penyidik akan menentukan apakah perkara tersebut dilanjutkan ke proses hukum atau diselesaikan melalui pembinaan

Topik Menarik