Lantik Pengurus Bamusi, Megawati Tekankan Profesionalisme dan Dakwah Inklusif

Lantik Pengurus Bamusi, Megawati Tekankan Profesionalisme dan Dakwah Inklusif

Nasional | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:45
share

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melantik jajaran pengurus baru DPP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) periode 2026-2030. Pelantikan digelar di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan serentak bersama pengurus DPP Taruna Merah Putih (TMP) dan pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat. Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani, serta jajaran pengurus partai lainnya hadir dalam acara tersebut.

Megawati dalam amanatnya berharap agar DPP Bamusi yang kini dipimpin oleh anggota Komisi III DPR Nasyirul Falah Amru terus melakukan dakwah politik dengan cara menyebarkan pesan keagamaan yang inklusif berbasis paradigma ‘’Islam rahmatan lil-alamin’’. Maka itu, Bamusi harus menjadi ormas perekat umat, baik dalam tubuh PDIP maupun dalam tubuh umat Islam Indonesia.

Baca juga: Jaksa Agung Lantik 15 Kajati Baru, Minta Tingkatkan Waskat agar Tidak Ada Penyalahgunaan Wewenang

"PDI Perjuangan adalah salah satu partai di Asia yang memperoleh sertifikat ISO dari International Organization for Standardization, lembaga non-pemerintah yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Jadi, bekerjalah secara profesional," ujar Megawati.

Selama 16 tahun sejak berdiri 29 Maret 2007, Bamusi dipimpin oleh mantan anggota Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Hamka Hak. Ulama asal Sulawesi Selatan ini memimpin organisasi sayap Islam PDIP itu tanpa diganti oleh siapa pun, hingga ia wafat pada 6 Desember 2023.

Selama kepemimpinannya, tiga orang telah menjadi sekretaris jenderal secara estafet, masing-masing Zainun Ahmadi (2007 - 2010), Nurmansyah Tanjung (2011 – 2015), Nasirul Falah Amru alias Gus Falah (2016 – 2023), dan Irvansyah Ahmad (2023 - 2025).

Berbeda dengan pendahulunya yang seorang akademisi dan ulama, Gus Falah adalah ‘’orang lapangan’’ tulen. Dia berkali-kali memenangkan ‘’pertempuran’’ untuk menjadi anggota DPR di Daerah Pemilihan Lamongan dan Gresik, Jawa Timur.

Kendati demikian, latar belakang Gus Falah sangat erat dengan dunia pesantren. Dia adalah putera KH. Amru Al-Mu’tashim, pimpinan Pondok Pesantren Syekh Abdul Mursad Babadan, Ponorogo, sekaligus cucu KH. Mohammad Manhudi, pendiri Pondok Pesantren Kedung Daton, Magetan, Jawa Timur. Dalam struktur organisasi, Gus Falah diperkuat oleh tiga wakil ketua umum, masing-masing Abidin Fikri (Waketum Bidang Internal), Indah Nataprawira (Waketum Bidang Eksternal), dan Hasan Basri Sagala (Waketum Bidang Program). Di bawah mereka ada 22 orang menjabat ketua bidang.

‘’Saya optimis organisasi yang saya pimpin berjalan sesuai arahan Ibu Ketua Umum Prof Dr. Megawati Soekarnoputri. Pak Abidin Fikri adalah anggota DPR RI, dia orang lapangan. Bu Indah kental dengan nuansa akademik, dia sekretaris eksekutif Megawati Institute. Pak Hasan Sagala juga orang lapangan,’’ ujar Gus Falah.

Apalagi, kata Gus Falah, Dewan Penasihat DPP Bamusi kini dipimpin oleh orang lapangan sekaligus akademisi, Ahmad Basarah, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Wanhat PP Bamusi. Posisi Basarah sebagai sekretaris Wanhat kini diisi oleh Abdullah Azwar Anas, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

"Jadi, dengan susunan pengurus yang baru ini, saya yakin bisa melaksanakan arahan Ibu Ketua Umum Prof Dr Hj. Megawati Soekarnoputri,’’ pungkas Gus Falah.

Topik Menarik