Update Karhutla Gunung Bromo, 176 Ha Lahan Terbakar hingga 2 Helikopter Dikerahkan

Update Karhutla Gunung Bromo, 176 Ha Lahan Terbakar hingga 2 Helikopter Dikerahkan

Nasional | inews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:14
share

PROBOLINGGO, iNews.id - Kebakaran di kawasan Gunung Bromo terus meluas dan telah melahap sekitar 176,20 hektare (Ha) kawasan hutan dan lahan di Kaldera Bromo. Hingga Sabtu (8/8/2026) malam, tim gabungan masih berjibaku menjinakkan kobaran api dengan mengerahkan operasi darat dan dua unit helikopter pemadam.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terjadi sejak Senin (3/8/2026) itu menyasar kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo serta area TNBTS Jantur di Kabupaten Malang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, luasan lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

“Luas lahan yang terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai sekitar 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut,” ujar Abdul Muhari, Minggu (9/3/2026).

Berdasarkan pemutakhiran penanganan hingga pukul 21.30 WIB, tim gabungan masih melakukan penanganan di area JLKT. Petugas fokus untuk menangani kobaran api yang mendekati ruas jalan tersebut. Sementara itu, sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede yang berada di wilayah Kabupaten Malang.

Titik api tersebut telah berhasil dikondisikan oleh tim darat. Saat ini, lokasi tersebut dilaporkan tidak lagi memiliki titik api aktif.

“Adapun hot spot masih terpantau mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor. Kondisi cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang. Tim gabungan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan arah atau penyebaran api akibat kondisi medan dan angin,” katanya.

Penanganan kebakaran Gunung Bromo dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus melakukan pemadaman.

Upaya pemadaman darat dilakukan menggunakan satu unit truk pemadam, metode manual gepyok, serta alat sprayer. Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, operasi udara juga dilakukan dengan mengerahkan dua unit helikopter.

“Untuk mempercepat penanganan pada area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, operasi udara juga dilakukan dengan mengerahkan dua unit helikopter. Satu helikopter merupakan dukungan dari Provinsi Jawa Timur melalui Puspenerbal TNI AL dengan kapasitas angkut air 1.000 liter, sedangkan satu helikopter lainnya merupakan dukungan BNPB dengan kapasitas angkut air 1.000 liter,” ujar Aam.

BNPB juga telah berkoordinasi dengan Danlanud untuk persiapan posko dan pelaksanaan operasi udara di Lanud Abdulrachman Saleh. Selain itu, BPBD Jawa Timur turut memberikan dukungan logistik dan personel untuk mempercepat proses penanganan.

Topik Menarik