Buaya Hitam 3 Meter Terjerat Jaring di Kendari, Warga Gelar Ritual Adat Tolak Bala

Buaya Hitam 3 Meter Terjerat Jaring di Kendari, Warga Gelar Ritual Adat Tolak Bala

Nasional | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:58
share

KENDARI, iNews.id - Seekor buaya muara sepanjang 3 meter ditangkap warga setelah ditemukan terjerat jaring nelayan di pesisir Kelurahan Tondonggeu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebelum satwa liar itu dievakuasi, warga terlebih dahulu menggelar ritual tolak bala sesuai tradisi setempat.

Buaya berwarna hitam tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi terjerat jaring milik nelayan. Jaring itu sebelumnya dipasang di kawasan pesisir.

Penemuan predator tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar. Warga kemudian mengamankan satwa itu sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.

Tim Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Petugas kemudian melakukan proses evakuasi terhadap buaya tersebut.

Sebelum buaya diserahkan kepada petugas, warga setempat menggelar ritual tolak bala. Prosesi itu dilakukan karena buaya baru pertama kali muncul di kawasan permukiman mereka.

Warga berharap ritual tersebut dapat menghindarkan masyarakat dari marabahaya dan kejadian yang tidak diinginkan. Prosesi berlangsung sebelum petugas membawa buaya dari lokasi penemuan.

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari La Ode Darmawan mengatakan, tim langsung mendatangi lokasi setelah mendapat informasi mengenai buaya yang terjerat jaring.

“Ada buaya yang terjerat jaring masyarakat. Dari laporan itu, tim ke lokasi dan melakukan tindakan evakuasi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Petugas juga menghormati ritual yang dilakukan warga sebelum proses evakuasi. Prosesi tersebut dinilai menjadi bagian dari kepercayaan dan adat istiadat masyarakat setempat.

“Terkait adanya prosesi, kami tetap menghormati adat istiadat jika ditemukan hewan seperti itu. Itu sama dengan kepercayaan, kemungkinan ya sebagai penolak bala,” katanya.

Warga menduga buaya itu mendekati kawasan permukiman karena ketersediaan makanan di habitat aslinya mulai berkurang. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kemunculan satwa tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, buaya muara itu dibawa ke tempat penangkaran sementara di Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari. Buaya tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada instansi terkait. Penyerahan dilakukan untuk proses penanganan lebih lanjut terhadap satwa liar tersebut.

Topik Menarik