Wali Kota Surabaya Minta Tinggi Pagar Depan Mal Diturunkan, Bukan Dibongkar
SURABAYA, iNews.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan berkoordinasi dengan pengelola sejumlah mal terkait pemasangan pagar di bagian depan pusat perbelanjaan. Berbeda dengan kebijakan di Jakarta, Pemerintah Kota Surabaya tidak meminta pagar tersebut dibongkar, melainkan hanya diturunkan ketinggiannya.
Eri mengatakan, pagar yang terlalu tinggi dinilai dapat mengurangi estetika kota dan menimbulkan kesan kondisi keamanan di Surabaya sedang tidak kondusif. Selain itu, pemasangan pagar tinggi juga dinilai tidak dilakukan oleh seluruh pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.
"Kita sudah meminta mereka untuk menurunkan agar tidak terlalu tinggi. Memang tidak semua mal (yang pagar tinggi) di Surabaya ini. Kemarin sudah saya sampaikan agar estetikanya bagus pagar jangan terlalu tinggi," ujar Eri.
Sejumlah mal yang akan diajak berkoordinasi di antaranya Royal Plaza di Jalan Ahmad Yani, Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall. Pemkot Surabaya akan membahas penyesuaian tinggi pagar bersama masing-masing pengelola.
Kisah Pilu Nenek Penjual Labu di Jombang, Utang Rp500 Ribu Bengkak Jadi Rp70 Juta, Ini Faktanya
Dia memastikan, pemasangan pagar di sejumlah mal tidak berkaitan dengan isu gangguan keamanan maupun rencana aksi demonstrasi yang berkembang di masyarakat. Dia menegaskan, kondisi keamanan di Surabaya tetap kondusif.
Menurutnya, pagar tersebut dipasang sebagai upaya mengarahkan pengunjung agar tidak menyeberang langsung di tengah jalan. Dengan demikian, pengunjung diharapkan memanfaatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) atau fasilitas penyeberangan yang telah disediakan demi keselamatan.










