Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tangis Keluarga Pecah Sambut Jenazah Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Nasional | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:17
share

PASURUAN, iNews.id – Jenazah Widi Nurcahyono yang didua tewas dianiaya oknum polisi dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). Tangis keluarga pecah ketika tiba ambulans yang membawa jenazah.

Widi meninggal dunia setelah diamankan dua anggota Polsek Beji pada Senin (3/8/2026) sore. Keluarga menduga dia mengalami kekerasan saat petugas menindaklanjuti laporan mengenai dugaan aktivitas judi online (judol).

Sejumlah anggota keluarga melihat adanya luka pada tubuh Widi. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian.

Setelah disalatkan, jenazah Widi dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Gunung Gangsir. Puluhan warga mengantarkan pemuda yang belum menikah itu ke tempat peristirahatan terakhir.

Di mata teman dan warga, Widi dikenal sebagai pribadi yang baik serta mudah bergaul. Dia disebut tidak pernah memiliki persoalan hukum sebelumnya.

Teman korban, Zubaidi, berharap kematian Widi diusut secara transparan. Warga juga meminta setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diproses sesuai hukum.

“Orangnya baik, bergaul sama siapa saja. Kami sangat merasa kehilangan sekali. Warga minta kasus ini diusut, lukanya sebegitu parahnya penganiayaan. Warga ini habis pemakaman akan ke polsek,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Sebelum kejadian, Widi sedang bekerja di gerai jasa pembayaran listrik dan PDAM yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia sedang menunggu pelanggan di depan komputer ketika didatangi petugas.

Perwakilan keluarga, Choirul Anwar, mengatakan petugas datang setelah menerima informasi yang menduga Widi sedang bermain judi online. Menurut keluarga, Widi sempat membantah tuduhan tersebut. Korban kemudian dibawa menuju puskesmas, tetapi dinyatakan meninggal dunia ketika tiba di fasilitas kesehatan.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Polres Pasuruan membentuk tim khusus untuk menyelidiki rangkaian penanganan yang berujung pada kematian Widi. Dua anggota Polsek Beji yang berada di lokasi kejadian juga diperiksa Propam Polres Pasuruan.

Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengatakan, Kapolres Pasuruan telah menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat.

“Dari Pak Kapolres mengucapkan belasungkawa dan meminta maaf kepada pihak korban dan masyarakat. Yang jelas dari Polres membentuk tim khusus untuk memeriksa saksi, apabila dari rekan-rekan anggota melakukan kesalahan saat penyelidikan akan ditindak tegas,” ujarnya.

Tim khusus akan memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mendalami tindakan petugas ketika mengamankan korban. Hasil autopsi juga akan digunakan untuk memastikan penyebab kematian Widi.

Topik Menarik