Bom Rakitan Ditemukan di Lokasi Bentrokan Adonara NTT, Polisi Sterilkan TKP

Bom Rakitan Ditemukan di Lokasi Bentrokan Adonara NTT, Polisi Sterilkan TKP

Berita Utama | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:39
share

FLORES TIMUR, iNews.id - Sebuah bom rakitan aktif ditemukan seorang anak ketika mencari buah asam di kebun dekat permukiman warga Dusun Bele, Desa Waiburak, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (4/8/2026). Penemuan benda berbahaya tersebut kembali menggegerkan warga Pulau Adonara sebab lokasinya berada di kawasan yang sebelumnya menjadi tempat bentrokan dua desa.

Kejadian bermula saat saksi mencari buah asam di kebun yang tidak jauh dari rumah warga. Dia kemudian menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan bom rakitan.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga dan diteruskan ke Polsek Adonara Timur. Polisi lalu mengamankan lokasi agar tidak ada masyarakat yang mendekati atau menyentuh benda tersebut.

Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTT dikerahkan menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk menangani temuan tersebut.

Kanit 2 Jibom Detasemen Gegana Ipda I Gusti Bagus Dirga mengatakan, penanganan dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai bom yang ditemukan seorang anak.

“Kegiatan hari ini penanganan penemuan bom yang ditemukan seorang anak kecil lalu melaporkan ke polsek,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Tim kemudian melakukan pengamanan lokasi sesuai prosedur untuk memastikan warga berada dalam jarak aman.

“Kami lakukan pengamanan sesuai SOP. Kemudian barang bukti kami amankan untuk dilakukan penjinakan,” katanya.

Setelah berhasil diamankan, bom rakitan yang disebut masih aktif tersebut dibawa ke Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado. Lokasi itu dipilih sebagai tempat penjinakan oleh tim Gegana. Polisi memastikan penanganan benda berbahaya tersebut hanya dilakukan petugas yang mempunyai kemampuan khusus.

Belum diketahui siapa yang memasang bom rakitan tersebut maupun motif di balik penempatannya di kebun warga. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul benda tersebut.

Warga diimbau tidak menyentuh, memindahkan, atau mendekati benda mencurigakan yang diduga mengandung bahan peledak. Masyarakat diminta segera menjauh dan melaporkannya kepada kepolisian.

Topik Menarik