Tangis Pilu Keluarga Korban KM Mutiara Santosa di RS Bhayangkara Polda Jatim

Tangis Pilu Keluarga Korban KM Mutiara Santosa di RS Bhayangkara Polda Jatim

Nasional | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 16:16
share

SURABAYA, iNews.id – Suasana pilu menyelimuti Kamar Jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya. Keluarga korban kebakaran KM Mutiara Santosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, mulai berdatangan usai kepolisian memusatkan proses identifikasi serta membuka Posko Post Mortem dan Antemortem di RS Bhayangkara, Senin (3/8/2026).

Para keluarga korban datang untuk menyerahkan berkas data pembanding (antemortem) guna membantu proses identifikasi jenazah.

Hingga Senin siang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim masih mengidentifikasi lima kantong jenazah yang telah dievakuasi dan tiba di rumah sakit sejak dini hari. 

Sejumlah keluarga korban terus bertahan di area kamar jenazah guna menunggu kepastian kondisi anggota keluarga mereka yang ikut dalam pelayaran nahas tersebut.

Salah satu keluarga korban, Ely Sri Rahayu, warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sengaja datang ke RS Bhayangkara untuk mencari kepastian keberadaan sang adik yang bekerja sebagai sopir truk.

Ely mengaku mengetahui kabar adiknya menjadi salah satu korban musibah kapal terbakar usai melihat tayangan video yang beredar di media sosial.

"Saya tahu dari media sosial dan memastikan adik saya ikut dalam pelayaran itu karena dia sopir. Sampai sekarang belum ada kabar pasti, jadi kami ke sini membawa data untuk diserahkan ke tim DVI," ujar keluarga korban, Ely Sri Rahayu.

5 Kantong Jenazah Ditangani Tim DVI Polda Jatim

Tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim terus bekerja mencocokkan data medis, data gigi, hingga properti yang dikenakan korban dengan keterangan yang diserahkan oleh pihak keluarga.

Pihak Polda Jatim mengimbau masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan anggota kerabat dalam pelayaran KMP Mutiara Santosa 2 untuk segera mendatangi Posko DVI di RS Bhayangkara Surabaya dengan membawa dokumen pendukung seperti KKK, ijazah, atau data medis korban.

Topik Menarik