Kecelakaan Mobil Berisi 7 Orang Terjun Jurang 20 Meter di Hutan Pekalongan, 1 Balita Tewas
PEKALONGAN, iNews.id - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang, tepatnya kawasan Hutan Sirewog, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). Sebuah mobil Daihatsu Feroza membawa tujuh orang terjun ke jurang sedalam sekitar 20 meter setelah diduga hilang kendali.
Dalam kecelakaan tunggal tersebut, seorang balita tewas berinisial DME (3) akibat mengalami cedera kepala. Sementara enam penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Kajen.
Mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi R 1408 FJ itu mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian materiel akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil yang dikemudikan MY melaju dari arah Karanganyar menuju Lebakbarang.
Saat melintas di jalur menurun dan berkelok kawasan Hutan Sirewog, pengemudi diduga kehilangan kendali. Kendaraan kemudian menghantam tebing di sisi kanan jalan.
Akibat benturan tersebut, mobil terpental ke sisi kiri hingga akhirnya masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Korban meninggal dunia diketahui merupakan salah satu penumpang, yakni DME (3). Sementara pengemudi MY mengalami luka ringan.
Penumpang lain yang menjadi korban yakni TYA (38), GA (3), FAK (11), RW (35), MYY (19), dan JGA (3). Mereka mengalami luka dengan tingkat berbeda, termasuk JGA yang mengalami patah tulang pada kaki kanan.
Seluruh korban kemudian dievakuasi warga bersama petugas dan dibawa ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra embenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.
"Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang, tepatnya di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti kecelakaan," kata AKP Alfian, Sabtu (1/8/2026).
Dari penyelidikan sementara, polisi menduga kecelakaan terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi saat melintas di jalur dengan kondisi jalan berkelok dan menurun.
"Dugaan awal pengemudi kurang berkonsentrasi sehingga kehilangan kendali. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu fokus saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi fisik maupun kendaraan dalam keadaan prima, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki tingkat risiko tinggi," katanya.
Seusai kejadian, personel Satlantas Polres Pekalongan bersama instansi terkait melakukan olah TKP, mengevakuasi kendaraan, dan meminta keterangan sejumlah saksi.









