Ngeri! Tangan Bocah Laki-Laki di Gowa Tertancap Pagar Besi Rumah Tetangga
GOWA, iNews.id – Tragis dialami balita berinisial AB (3) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tangan bocah laki-laki tersebut tertancap besi pagar rumah milik tetangganya saat sedang asyik bermain.
Insiden tersebut terjadi di permukiman warga yang berlokasi di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (30/7/2026).
Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gowa berlangsung dramatis. Petugas terpaksa memotong struktur pagar besi menggunakan gerinda dan gergaji mesin demi menyelamatkan korban.
Diperoleh informasi, peristiwa bermula saat korban AB sedang bermain di area pagar depan rumah tetangganya. Diduga hilang keseimbangan dan lepas dari pantauan orang tua, tangan balita tersebut teringat dan tertusuk besi pagar yang tajam.
Tim Damkar Kabupaten Gowa yang menerima laporan warga langsung diterjunkan ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Somba Opu. Petugas harus ekstra hati-hati saat memotong batang besi menggunakan gerinda listrik agar percikan api dan getaran mesin tidak melukai bagian tangan korban yang rapuh.
Proses pemotongan pagar besi yang memakan waktu hampir satu jam tersebut diwarnai tangis dan rintihan kesakitan dari balita malang tersebut.
Setelah batang besi pagar berhasil dipotong dari struktur utamanya, petugas Damkar bersama tim medis segera mengevakuasi balita tersebut dengan potongan besi yang masih menancap di tangannya ke fasilitas kesehatan.
Kepala Seksi Operasional dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Gowa, Sahriani mengatakan, proses evakuasi yang membutuhkan ketelitian tinggi agar korban tidak histeris.
"Petugas harus sangat berhati-hati saat memotong besi menggunakan mesin gerinda agar tidak menambah luka pada tangan bocah. Penanganan berlangsung hampir satu jam bersama tim medis," ungkap Sahriani.
Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa guna tindakan operasi pengeluaran batang besi dari tangannya.
Atas insiden ini, pihak Damkar dan kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap anak balita saat beraktivitas di luar rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.








