Permudah Layanan di Perbatasan, BNPP RI Uji Coba Sistem All Indonesia di PLBN Entikong

Permudah Layanan di Perbatasan, BNPP RI Uji Coba Sistem All Indonesia di PLBN Entikong

Nasional | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 13:37
share

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melakukan uji coba sistem All Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan lintas batas yang lebih cepat, terintegrasi, dan efisien melalui digitalisasi proses pemeriksaan bagi pelintas batas.

Uji coba tersebut difasilitasi BNPP RI melalui Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono, bersama Asisten Deputi Sarana Prasarana Pendukung Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) RI.

Kegiatan ini sekaligus menjadi tahapan awal implementasi sistem pelayanan terpadu yang dirancang untuk memperkuat tata kelola perlintasan di kawasan perbatasan negara. Budi Setyono menjelaskan sistem All Indonesia dikembangkan untuk menyederhanakan proses kedatangan pelintas ke wilayah Indonesia dengan mengintegrasikan berbagai layanan pemeriksaan dalam satu platform berbasis web dan perangkat bergerak.

Baca juga: BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA

"Aplikasi All Indonesia menggabungkan pelaporan keimigrasian, kepabeanan, serta kekarantinaan kesehatan, hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu platform. Dengan sistem yang terintegrasi ini, proses pelayanan kepada pelintas diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien," ujarnya, Rabu (29/7/2026).Budi menambahkan, sebelumnya sistem ini telah diterapkan di sejumlah bandara internasional dan pelabuhan laut, namun untuk pertama kalinya diujicobakan di kawasan perbatasan (PLBN). Menurut Budi, PLBN Entikong dipilih sebagai lokasi uji coba perdana karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur serta karakteristik pelayanan yang representatif sebagai pintu gerbang utama Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.

"PLBN Entikong menjadi pilot project penerapan All Indonesia di kawasan perbatasan. Hasil uji coba ini akan menjadi dasar pengembangan dan implementasi sistem di PLBN lainnya," katanya.

Lihat video: Momen Presiden Jokowi Resmikan Tujuh PLBN Terpadu

Dari sisi kesiapan sarana dan prasarana, BNPP RI telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang dinilai memadai, antara lain Kios Q monitor serta petugas pelayanan (stopper) untuk mendukung operasional sistem. Sementara itu, pihak Imigrasi juga mengusulkan penyediaan auto gate portal guna mengoptimalkan proses pemeriksaan otomatis bagi pelintas.

Budi menilai, apabila fasilitas tersebut dapat direalisasikan, kualitas pelayanan lintas batas Indonesia akan semakin modern dan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Budi mengungkapkan peresmian implementasi sistem All Indonesia di PLBN Entikong ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, BNPP RI merekomendasikan agar seluruh instansi Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) bersama pengelola PLBN mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, baik pelintas yang akan berangkat maupun yang tiba di Indonesia.

"Keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat sebagai pengguna layanan. Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan secara intensif sebelum sistem dioperasikan secara penuh," ungkap Budi.

Melalui uji coba ini, BNPP bersama Kemenko Infra berharap sistem All Indonesia dapat diimplementasikan secara bertahap di seluruh PLBN Terpadu. Integrasi layanannya tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik di kawasan perbatasan sekaligus menghadirkan proses lintas batas yang semakin modern, aman, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.

Topik Menarik