Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Dalami Dugaan Geng Motor Terlibat

Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Dalami Dugaan Geng Motor Terlibat

Nasional | inews | Rabu, 29 Juli 2026 - 11:49
share

PURWAKARTA, iNews.id – Misteri kematian satpam PJT II tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini belum terungkap. Hampir sepekan setelah jasad Sumarna (43) ditemukan, polisi masih memburu petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.

Mayat Sumarna ditemukan di Perairan Tanggul Hayat, kawasan Waduk Jatiluhur. Saat ditemukan, kedua tangannya dalam kondisi terborgol.

Satreskrim Polres Purwakarta terus memeriksa saksi, mendalami keterangan keluarga, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang. Polisi juga berusaha mengumpulkan rekaman kamera pengawas dari kawasan sekitar. Selain itu, polisi juga mendalami dugaan keterlibatan geng motor.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara meminta masyarakat membantu memberikan informasi apabila mengetahui kejadian yang berkaitan dengan kematian korban.

“Kami mohon dukungan dari masyarakat Purwakarta. Hari ini kami masih pendalaman terhadap saksi-saksi yang ada di lapangan dan juga lakukan olah TKP ulang serta merekam data CCTV,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

“Kami juga minta keterangan keluarga dari awal,” katany lagi.

Penyelidikan menghadapi kendala karena tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut. Kejadian diduga berlangsung pada dini hari ketika kondisi kawasan sekitar sepi.

Polisi juga belum menemukan rekaman CCTV yang secara langsung memperlihatkan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.

“Kendala terkait CCTV di TKP, waktu kejadian dini hari dan saksi di TKP nihil,” ucapnya.

Penyidik masih mengumpulkan petunjuk dari sejumlah lokasi di sekitar Waduk Jatiluhur. Keterangan keluarga korban juga didalami untuk mengetahui aktivitas, komunikasi, serta orang-orang yang terakhir berhubungan dengan Sumarna.

Polisi belum dapat memastikan identitas maupun jumlah pihak yang diduga terlibat. Seluruh kemungkinan masih didalami berdasarkan alat bukti yang tersedia.

“Sementara kami belum bisa pastikan (dugaan pelaku),” ujarnya.

Selain kondisi tangan korban yang terborgol, polisi menemukan dua borgol saat melakukan olah TKP. Borgol tersebut ditemukan di tangan korban dan di sepeda motor.

“Benar ditemukan ada dua borgol di TKP, di motor dan tangan tangan korban,” katanya.

Temuan itu menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi akan menelusuri asal borgol serta mencari tahu bagaimana benda tersebut bisa berada di tangan korban dan sepeda motornya.

Penyidik juga mendalami dugaan keterlibatan kelompok geng motor. Namun, polisi menegaskan dugaan tersebut belum dapat disimpulkan karena pemeriksaan masih berlangsung.

“Kami sedang dalami terkait geng motor. Untuk dugaan-dugaan lain masih pendalaman,” ujarnya.

Hasil autopsi terhadap jasad Sumarna telah diterima penyidik. Meski demikian, polisi belum bersedia mengungkap isinya kepada publik karena masih diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

“Hasil autopsi sudah ada tapi itu masih kerahasiaan untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Polres Purwakarta memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara intensif. Pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, serta pendalaman dugaan motif menjadi fokus untuk mengungkap kematian satpam PJT II tersebut.

Topik Menarik