Tak Kuasa Menahan Rindu, Bocah di Situbondo Kayuh Sepeda demi Peluk Ayah di Tahanan
SITUBONDO, iNews.id – Suasana haru menyelimuti ruang tahanan Polres Situbondo ketika seorang bocah laki-laki berinisial BG (10) datang seorang diri mengayuh sepeda demi bertemu ayahnya yang kini berstatus tahanan titipan di Polres Situbondo. Pertemuan ayah dan anak itu membuat sejumlah polisi yang menyaksikannya ikut terharu.
BG berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda berwarna putih. Mengenakan jersey Real Madrid berwarna ungu bernomor punggung tujuh, bocah tersebut datang dengan satu tujuan, yakni melepas rindu kepada sang ayah.
Sesampainya di Polres Situbondo, kedatangan BG menarik perhatian petugas jaga. Saat ditanya maksud kedatangannya, bocah itu tampak gugup dan hanya mengangguk maupun menggeleng. Tangisnya pecah ketika mengaku sangat merindukan ayahnya.
Melihat ketulusan BG, petugas akhirnya mengizinkannya bertemu sang ayah di ruang tahanan. Polisi juga memberikan nasihat agar BG terus mendoakan ayahnya sehingga persoalan hukum yang dihadapi dapat segera selesai.
Suasana emosional terjadi saat pintu ruang tahanan dibuka. Dari balik jeruji besi, sang ayah telah menunggu. Tanpa banyak bicara, BG langsung menangis dan berusaha memeluk ayahnya seerat mungkin. Tangis keduanya membuat suasana di sekitar ruang tahanan hening, sementara sejumlah anggota polisi tampak ikut terharu menyaksikan momen tersebut.
Setelah beberapa saat berbincang dan melepas rindu, BG berpamitan pulang. Sebelum meninggalkan Polres Situbondo, petugas memberikan makanan ringan dan uang saku kepada bocah tersebut. BG kemudian kembali mengayuh sepedanya dengan didampingi beberapa anggota kepolisian hingga keluar dari halaman Mapolres.
Ibu BG, Ningrum Suliati mengaku tidak mengetahui putranya pergi ke Polres Situbondo. Saat itu, BG hanya berpamitan untuk bermain, tetapi tidak kunjung pulang.
"Bapak kok enggak pulang bu. Iya saya bilang bapak ada masalah nak," kata Ningrum di rumahnya, Senin (28/7/2026).
Setibanya di rumah, BG langsung menangis sambil memeluk ibunya dan mengaku baru saja bertemu ayahnya di ruang tahanan karena sudah sangat merindukannya.
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Menurut Ningrum, BG merupakan anak ketiga yang memiliki hubungan sangat dekat dengan sang ayah. "Pas pulang dari sana dia menangis. Bapak enggak pulang. Dia memang dekat sama bapaknya," ucapnya.
Sementara itu, Humas Polres Situbondo, Ipda Slamet Yuwono, mengatakan BG datang seorang diri dengan mengendarai sepeda dan menangis di depan Polres. Setelah dimintai keterangan, bocah tersebut mengaku ingin bertemu ayahnya yang kini berstatus tersangka kasus penganiayaan.
Karena prihatin dengan kondisi psikologis BG, petugas akhirnya memberikan izin untuk mempertemukan ayah dan anak tersebut. Saat dipertemukan, BG langsung menangis dan memeluk ayahnya di balik jeruji besi.
"Saat itu dia sendirian, anak itu masih duduk di bangku SD kelas dua. Alasannya saat itu ke kantor polisi kepingin ketemu bapaknya. Waktu itu bukan jam jenguk tapi karena petugas kasihan melihatnya katanya dia rindu kepada bapaknya sehingga diberi kesempatan bertemu," ujar Ipda Slamet.










