Imbau Tak Ada Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri

Imbau Tak Ada Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri

Nasional | okezone | Minggu, 26 Juli 2026 - 01:10
share

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengimbau agar masyarakat dan pejabat tidak mengadakan sayembara untuk menangkap begal. Pasalnya, ia khawatir hal itu berpotensi menjadi dorongan bagi masyarakat untuk main hakim sendiri.

Hal itu Yusril sampaikan merespons adanya sayembara penangkapan begal yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan hadiah jutaan rupiah.

"Jadi kalau saya boleh menyampaikan nasihat dengan segala hormat kepada Pak Gubernur Jawa Barat, sebaiknya jangan membuka sayembara seperti ini, karena khawatir nanti mendorong masyarakat jadi main hakim sendiri," kata Yusril kepada wartawan yang dikutip Sabtu (25/7/2026).

Terlebih, kata Yusril, dengan kondisi ekonomi saat ini, adanya imbalan tersebut akan menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi.

"Jadi pendapat saya, kalau sayembara seperti itu sebaiknya jangan dilakukan karena akan memancing masyarakat, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit ya, dikasih misalnya Rp10 juta, Rp5 juta, orang sudah siap pasang golok dan bawa pentungan jaga-jaga nih. Khawatirnya nanti orang yang bukan begal malah dipentung dianggap begal, kan begitu," ujarnya.

Yusril menegaskan bahwa penanganan tindak pidana tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum.

"Dalam hal ini sebenarnya polisi itu berwenang untuk melakukan penangkapan dan pengejaran terhadap orang-orang yang melakukan pembegalan di jalan, begitu ya. Dan masyarakat sebenarnya dapat memberikan laporan atau membantu polisi dalam menangkap begal ini," ucapnya.

"Kalau memang tidak ada polisi di situ, lalu orang membegal korban dan kemudian teriak, orang kampung membantu menangkap, itu boleh saja dilakukan. Tapi jangan kemudian main hakim sendiri," imbuhnya.

Topik Menarik