Kebakaran Pabrik di Jombang, 6 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Kobaran Api
JOMBANG, iNews.id - Pabrik pengolahan bonggol jagung di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terbakar hebat pada Jumat (24/7/2026) malam. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Kebakaran pabrik pengolahan bonggol jagung untuk bahan pakan ternak itu diketahui sekitar pukul 19.30 WIB saat pergantian sif karyawan. Hingga Jumat malam, petugas masih berjibaku memadamkan api yang sulit dikendalikan akibat banyaknya material mudah terbakar dalam area pabrik.
Seorang warga setempat, Ridho (45), mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan pabrik yang melihat kepulan asap dari area produksi. Tak lama kemudian, warga melihat asap membumbung tinggi hingga akhirnya muncul kobaran api besar.
"Itu pas mau pergantian sif karyawan. Warga juga tahunya ada asap membumbung serta ada suara ledakan kemungkinan dari mesin penggilingan, kemudian keluar api besar sampai sekarang," kata Ridho dikutip dari iNews Mojokerto, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, suara ledakan diduga berasal dari mesin penggilingan yang berada di dalam pabrik. Namun penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 19.50 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Pos Damkar Ngoro langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Karena api semakin membesar dan membakar bangunan beserta isi pabrik, bantuan tambahan kemudian didatangkan dari Pos Damkar Mojoagung dan Jombang.
"Damkar menerjunkan 3 pumper truck dan 3 suplai, jadi total 6 unit. Ada kesulitan pemadaman karena bahan mudah terbakar yakni tumpukan bonggol (janggel) jagung," kata Wiku.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan belasan personel untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.
Tumpukan bonggol jagung yang menjadi bahan utama produksi membuat proses pemadaman berjalan lebih lama karena material tersebut mudah menyimpan bara api.
Hingga pukul 22.30 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Penyebab kebakaran serta total kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.








