Karhutla Bengkalis Makin Meresahkan, Legislator Perindo Dapot H Minta Mitigasi Dievaluasi

Karhutla Bengkalis Makin Meresahkan, Legislator Perindo Dapot H Minta Mitigasi Dievaluasi

Nasional | inews | Senin, 20 Juli 2026 - 17:43
share

BENGKALIS, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kabupaten Bengkalis, Riau, menjadi ancaman serius bagi kesehatan, aktivitas masyarakat, dan kelestarian lingkungan apabila tidak segera dikendalikan. Kondisi tersebut dinilai harus direspons tidak hanya melalui percepatan pemadaman, tetapi juga penguatan mitigasi jangka panjang agar tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Menyikapi kondisi itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis Dapot Hutagalung menegaskan akan mengawal penguatan penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, sekaligus memastikan upaya mitigasi menjadi perhatian dalam langkah pencegahan ke depan.

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh kebutuhan penanganan di lapangan harus dipastikan terpenuhi agar proses pemadaman berjalan maksimal dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Kami juga mengapresiasi kerja keras seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua unsur yang masih berjibaku di lokasi kebakaran," kata Dapot, Senin (20/7/26).

Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bengkalis itu mengatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dengan mendorong koordinasi pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait agar penanganan karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan.

"Penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari respons darurat hingga penguatan mitigasi. Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terhadap kawasan rawan kebakaran dan memperkuat langkah pencegahan agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap musim kemarau. Kami di DPRD akan mengawal upaya tersebut," ujarnya.

Menurut Dapot, keberhasilan menekan risiko karhutla juga memerlukan keterlibatan masyarakat. Karena itu, dia mengajak warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.

"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api akan sangat membantu mencegah kebakaran meluas," tuturnya.

Dapot menegaskan DPRD Kabupaten Bengkalis akan terus mengawal langkah penanganan, evaluasi, dan penguatan mitigasi karhutla sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat.

Dia berharap sinergi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat semakin kuat sehingga karhutla tidak lagi menjadi ancaman yang terus berulang di Kabupaten Bengkalis setiap musim kemarau.

Topik Menarik