Pria Obesitas Berbobot 200 Kg di Banyuwangi Meninggal, Damkar Turun Tangan Bantu Pemakaman

Pria Obesitas Berbobot 200 Kg di Banyuwangi Meninggal, Damkar Turun Tangan Bantu Pemakaman

Nasional | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 14:36
share

BANYUWANGI, iNews.id – Proses evakuasi jenazah pria obesitas berbobot sekitar 200 kilogram berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026). Petugas gabungan menggunakan katrol dan peralatan khusus untuk memindahkan jenazah dari RSUD Blambangan hingga ke tempat pemakaman.

Pria berinisial ADS (35), warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Blambangan sekitar pukul 02.00 WIB.

Berat badan jenazah yang diperkirakan mencapai 200 kilogram membuat proses pemindahan tidak dapat dilakukan dengan cara biasa. Keluarga kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.

Laporan diterima melalui layanan call center Damkarmat sekitar pukul 03.44 WIB. Petugas langsung menuju rumah sakit untuk membantu proses pemindahan jenazah.

Proses evakuasi melibatkan personel Damkarmat Banyuwangi, Basarnas, petugas ambulans, dan warga sekitar. Tim gabungan bekerja dengan mengutamakan keselamatan petugas serta penghormatan terhadap jenazah.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi Salam Bikwanto mengatakan, pihak keluarga meminta bantuan untuk membawa jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka hingga pemakaman.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 03.44 WIB. Keluarga meminta bantuan untuk mengevakuasi sekaligus mengantar jenazah dari RSUD Blambangan menuju lokasi pemakaman karena berat badan korban diperkirakan mencapai 200 kilogram," ujar Salam dikutip dari iNews Surabaya, Selasa (14/7/2027).

Petugas menggunakan sejumlah peralatan khusus, seperti katrol, karmantel, tali webbing, carabiner, body harness, basket stretcher, dan kendaraan operasional. Peralatan tersebut digunakan agar jenazah dapat dipindahkan secara aman dan terkendali, sekaligus mengurangi risiko cedera bagi petugas maupun warga yang membantu.

Setelah dibawa dari rumah sakit, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka. Jenazah kemudian dibawa ke masjid untuk disalatkan.

Tim gabungan selanjutnya kembali membantu membawa jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Lateng. Seluruh rangkaian evakuasi hingga pemakaman selesai sekitar pukul 11.02 WIB.

Menurut Salam, sebelum meninggal dunia ADS sempat mengeluhkan kram pada bagian kaki hingga terjatuh. Tidak lama kemudian, dia mengalami sesak napas dan dilarikan ke RSUD Blambangan.

Damkarmat ternyata juga pernah membantu ADS dua hari sebelum meninggal. Saat itu, petugas mengevakuasinya dari rumah menuju rumah sakit karena kondisi fisiknya membutuhkan penanganan khusus.

"Dua hari sebelumnya kami juga membantu proses evakuasi korban dari rumah menuju RSUD Blambangan. Setelah menjalani perawatan, kami kembali diminta membantu proses pemakamannya," ucap Salam.

Topik Menarik