Kecelakaan di Jombang, Pemotor Bawa Rongsokan Kritis Tabrakan dengan Pikap
JOMBANG, iNews.id - Seorang pengendara sepeda motor lanjut usia (lansia) terluka parah dalam kecelakaan dengan mobil pikap boks di Jalan Raya Sumobito, tepatnya di Desa Nglele, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Korban yang saat itu membawa muatan rongsokan langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Korban bernama M. Sokeh (59), warga Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Sementara mobil Mitsubishi L300 bernomor polisi W 9552 NV dikemudikan Frendi Wahyu Bintoro (36), warga Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Menurut Frendi, saat kejadian dia melaju dari arah Peterongan menuju Sumobito. Ketika tiba di lokasi, sepeda motor Honda Supra Fit bernomor pelat S 6225 WZ yang datang dari arah berlawanan tiba-tiba kehilangan kendali.
"Sepeda motor tersebut terlihat oleng kanan hingga tertabrak mobil. Kemungkinan korban saat itu buru-buru," kata Frendi.
Benturan keras membuat Sokeh mengalami luka berat dan tidak sadarkan diri. Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Jombang menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kecelakaan ini diduga korban terburu-buru saat perjalanan. Korban kondisinya kritis dan sudah dibawa ke RSUD Jombang dengan mobil ambulans," ujarnya.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman mengatakan petugas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi karena pengendara sepeda motor tidak mampu mengendalikan kendaraannya hingga masuk ke jalur berlawanan.
"Berdasarkan keterangan saksi, pengendara motor diduga saat berkendara kurang bisa menguasai setir sehingga oleng ke kanan sehingga terlibat tabrakan dengan mobil pikap dari arah berlawanan," kata Nurul Iman.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami lagi," ucapnya.










