Sejumlah Orang Diduga Jaksa Datangi Polda Metro Usai Penggeledahan, Ini Kata Kejagung

Sejumlah Orang Diduga Jaksa Datangi Polda Metro Usai Penggeledahan, Ini Kata Kejagung

Nasional | okezone | Kamis, 9 Juli 2026 - 21:05
share

JAKARTA - Sejumlah orang diduga jaksa menggeruduk Polda Metro Jaya usai penggeledahan sejumlah lokasi terkait pengusutan tiga kasus dugaan korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel yang merupakan instruksi atau atensi dari Presiden Prabowo Subianto. Identitas orang-orang tersebut menjadi pembicaraan di media sosial. Pasalnya, mereka tidak memakai seragam jaksa saat mendatangi Polda Metro Jaya, melainkan mengenakan pakaian preman.

Menanggapi hal tersebut, Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengklaim bahwa tidak ada jaksa yang melakukan penggerudukan di Polda Metro Jaya.

"Tidak ada. Bagaimanapun saya nyatakan itu tidak ada," klaim Anang menanggapi pertanyaan soal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Sebelumnya, Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi. Pada operasi penindakan di kafe de’Clan Signature, polisi menemukan sebuah brankas tersembunyi.

Dalam brankas tersebut ditemukan uang SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD 100, sebanyak USD 889.965, serta Rp259.159.000. Bila dikonversi ke dalam rupiah, total uang itu mencapai hampir Rp60 miliar.

Sementara di Sentul, Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkap secara langsung hasil penggeledahan rumah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 tersebut. Menurut dia, emas batangan dan uang itu ditemukan dalam brankas yang tersembunyi.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama, 74 kilogram emas batangan. Kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar,” ucap dia.

Tidak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen, telepon genggam (handphone), dan foto keluarga dari rumah tersebut. Namun, belum dijelaskan sosok yang memiliki rumah tersebut. Totok hanya menyebut barang bukti tersebut kini telah disita oleh petugas kepolisian.

“Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” tutupnya.

Topik Menarik