Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan

Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan

Nasional | sindonews | Kamis, 2 Juli 2026 - 17:39
share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melanjutkan penataan dan normalisasi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, melalui pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter. Infrastruktur tersebut dibangun untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir dan longsor di kawasan sekitar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan sisa pekerjaan sepanjang sekitar 600 meter hingga ujung segmen akan segera diselesaikan. Anggaran untuk melanjutkan pembangunan itu telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.

“Untuk Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan,” ujar Pramono saat meninjau proyek tersebut, Rabu (2/7/2026).

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Kebon Pala, Pemprov Diharapkan Percepat Normalisasi Kali Ciliwung

Pembangunan tanggul tersebut dilengkapi pemasangan dinding penahan banjir atau parapet beton dari Jalan Kemanggisan Utama Raya hingga Jalan Tol Merak-Jakarta. Selain membangun tanggul, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan jalan inspeksi di sepanjang segmen Kali Grogol. Jalan tersebut berfungsi sebagai akses bagi petugas untuk memantau kondisi sungai, mengangkut sedimen dan sampah, serta menangani penyumbatan maupun kerusakan infrastruktur. Jalan inspeksi itu juga dilengkapi trotoar guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan akses di kawasan sekitar.

Untuk mendukung pengendalian banjir, dibangun pula saluran gendong yang sejajar dengan sungai. Saluran ini berfungsi menampung dan mengalirkan limpasan air dari pemukiman sekitar sehingga tidak langsung membebani tebing sungai.

Lihat video: Cuaca Ekstrem, Normalisasi Ciliwung Prioritas Pemda

Di saat yang sama, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melakukan normalisasi dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol dan mengoptimalkan kapasitas tampungnya. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat tebing sungai, memperlancar aliran air, serta mengurangi risiko luapan dan longsor saat curah hujan tinggi.

Pramono mengatakan kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir hingga mencapai atap rumah warga sekitar lima tahun lalu. Karena itu, Pramono menilai penyelesaian pembangunan harus dibarengi dengan pemeliharaan dan pengawasan agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal.

“Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama,” katanya.

Pramono pun mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, dan jajaran wilayah dalam menata kawasan yang sebelumnya menghadapi beragam persoalan.

“Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani,” jelasnya.

Topik Menarik