Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Kalteng, 1 Polisi Gugur 2 Anggota Hilang

Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Kalteng, 1 Polisi Gugur 2 Anggota Hilang

Nasional | inews | Kamis, 2 Juli 2026 - 17:18
share

KATINGAN, iNews.id - Operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berubah menjadi insiden berdarah.

Dalam kejadian tersebut, satu anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra setelah akibat luka senjata tajam diduga dianiaya kelompok bandar narkoba. Sementara itu, dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana hingga kini masih dinyatakan hilang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan operasi dilakukan pada Rabu malam (1/7/2026) hingga Kamis dini hari. Operasi ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut dengan target seorang residivis berinisial BIO.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi, yang kemudian dibagi menjadi dua tim untuk penindakan dan pengamanan lokasi. Penangkapan terhadap target sempat berhasil dilakukan. Namun situasi berubah drastis ketika sejumlah orang di lokasi serta warga sekitar melawan.

Kelompok tersebut menyerang menggunakan senjata tajam seperti parang, bahkan senjata api rakitan. Massa juga disebut terus bertambah hingga kondisi tidak terkendali.

Dalam kekacauan tersebut, personel kepolisian terpaksa menyelamatkan diri, bahkan sebagian dilaporkan menyeberangi sungai dan bersembunyi di hutan.

Di tengah situasi tersebut, Aipda Yudhie ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat luka tembak dan luka senjata tajam. Sementara dua rekannya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya dan terus dilakukan pencarian.

"Kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum diketahui keberadaannya," kata Eko Hadi Santoso, Kamis (2/7/2026).

Bareskrim Polri memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap proses pencarian dan pengungkapan kasus ini.

"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," ucapnya.

Polri juga menegaskan akan mengevaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi di lapangan, termasuk kesiapan personel dan pemetaan potensi ancaman. Keselamatan anggota disebut tetap menjadi prioritas utama tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika.

Topik Menarik