Momen Hangat Ayah Ambil Rapor Sekolah di Cirebon, Anak-Anak Senyum Bangga
CIREBON, iNews.id - Momen ayah mengambil rapor anak di SDN 1 Jagasatru, Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi pemandangan hangat pada Jumat (26/6/2026) pagi. Para bapak-bapak tampak antusias datang ke sekolah untuk mengambil rapor buah hati mereka.
Tidak hanya para ibu, sejumlah ayah juga terlihat berbondong-bondong hadir di SDN 1 Jagasatru. Mereka datang dengan penuh semangat dan kedekatan untuk melihat langsung hasil belajar anak selama satu semester.
Suasana pengambilan rapor pun tidak lagi terasa seperti sidang yang menegangkan. Momen tersebut berubah menjadi percakapan hangat antara ayah, guru dan anak tentang dukungan untuk masa depan.
Bagi para ayah, mengambil rapor bukan sekadar urusan administratif antara sekolah dan orang tua. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan, kasih sayang, dan perhatian nyata kepada putra-putri tercinta.
Ayah yang datang ke sekolah tidak hanya ingin melihat nilai matematika atau bahasa. Mereka juga ingin mengetahui perkembangan anak selama mengikuti proses belajar di sekolah.
Kehadiran ayah saat pengambilan rapor menjadi tanda bahwa usaha anak selama satu semester merupakan hal penting bagi keluarga. Anak pun merasa lebih dihargai karena perjuangannya mendapat perhatian langsung dari sang ayah.
Gerakan ayah mengambil rapor juga mematahkan stigma bahwa urusan pendidikan anak hanya menjadi tugas ibu. Lewat momen ini, para ayah bisa mengetahui kendala anak di sekolah.
Selain itu, ayah juga dapat mengenal lingkungan belajar anak lebih dekat. Mulai dari teman-temannya, kebiasaan di sekolah, hingga karakter anak saat berada di luar rumah.
Enzu Fariz, salah satu ayah murid, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengambil rapor anaknya. Momen tersebut menjadi pengalaman pertama baginya.
"Saya sempat waktu mengambil rapor anak karena ini juga untuk pertama kalinya. Alhamdulillah nilainya lebih baik dari tahun kemarin," ucapnya.
Kehadiran sang ayah saat pengambilan rapor juga memberi kebahagiaan tersendiri bagi anak. Mereka merasa bangga karena sang ayah hadir langsung di sekolah.
Zafran Alfarizi, murid SDN 1 Jagasatru, mengaku senang rapornya diambil oleh ayahnya. Sebab, selama ini pengambilan rapor lebih sering dilakukan oleh ibunya.
"Senang dan bangga rapor diambil Papa. Selama ini kan rapor yang ambil mama," katanya.
Momen sederhana tersebut menyimpan makna besar bagi hubungan ayah dan anak. Seorang ayah yang memegang rapor anaknya seakan sedang memegang cermin masa depan.
Di dalam rapor itu bukan hanya terdapat nilai dari guru. Ada pula harapan, dukungan, dan cinta yang terus mengalir untuk anak meraih impiannya.










