Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan

Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan

Nasional | sindonews | Kamis, 25 Juni 2026 - 07:01
share

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal meminta TNI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membuat rencana cadangan (contingency plan) dalam membebaskan 4 WNI yang disandera perompak Somalia sejak April 2026 lalu.

Deng Ical, sapaan akrabnya, menyampaikan Komisi I DPR RI menaruh fokus terhadap pembebasan 4 WNI yang disandera perompak Somalia. Dia telah meminta TNI dan Kemlu untuk bertindak cepat dalam membebaskan 4 WNI.

Baca juga: Mengapa Perompak Somalia Ditakuti?

"Dan Panglima TNI juga sudah menyampaikan, Kemlu sudah menyampaikan untuk membuat ya crash program. Ada contingency plan, karena apa? Karena model-model penyelesaian konflik yang terjadi ini ternyata belum efektif," ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Namun demikian, dia menilai operasi militer belum jadi opsi untuk membebaskan 4 WNI. Pembebasan 4 WNI dari perompak Somalia masih bisa dilakukan dengan cara persuasif."Kalau itu belum. Operasi militer adalah jalan terakhir. Iya, jadi ini persuasif karena ada masalah teknis yaitu informasi-informasi yang tidak komprehensif. Ada yang minta (tebusan) USD5 juta, ada yang sudah di-up jadi USD10 juta, ada macam-macam tebusan sehingga tidak ada sumber yang kredibel," kata Deng Ical.

"Karena itulah, kami minta supaya Kemlu menugaskan satu orang atau satu lembaga atau pihak lain yang dianggap kompeten untuk mencari kejelasan sekaligus mencari solusinya," ungkapnya.

Dia telah mendapat kiriman gambar kondisi 4 WNI yang disandera perompak Somalia. Mereka dalam kondisi memprihatinkan.

"Soal makanan yang sudah tidak higienis, kemudian pola hubungan, walaupun juga mereka mengatakan sampai saat ini masih ada jaminan keselamatan, tapi itu tidak bisa menjadi jaminan bagi kita," ucapnya.

Topik Menarik