Naik Perahu Jemput Aspirasi, Musa Naa Temukan Jalan Rusak dan Minimnya Layanan Dasar

Naik Perahu Jemput Aspirasi, Musa Naa Temukan Jalan Rusak dan Minimnya Layanan Dasar

Nasional | inews | Senin, 8 Juni 2026 - 16:10
share

TELUK BINTUNI, iNews.id - Deru mesin perahu membelah perairan Teluk Bintuni menjadi saksi perjalanan reses anggota DPRD Papua Barat Musa Naa. Tak sekadar menjalankan kewajiban sebagai wakil rakyat, politisi Partai Perindo ini memilih mendatangi langsung kampung-kampung yang sulit dijangkau untuk memastikan suara masyarakat tidak tenggelam oleh keterbatasan akses.

Reses II yang berlangsung sejak 31 Mei hingga 8 Juni 2026 itu membawanya menyusuri sejumlah wilayah Teluk Bintuni, termasuk daerah pesisir yang hanya dapat ditempuh menggunakan transportasi laut. Di setiap titik kunjungan, dia berdialog dengan warga, tokoh masyarakat hingga para pemuda untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dari pertemuan-pertemuan tersebut, satu benang merah mengemuka. Masyarakat masih berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, hingga dukungan terhadap sektor ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang menjadi tumpuan hidup warga setempat.

“Reses ini adalah kewajiban sekaligus kesempatan emas bagi saya untuk hadir langsung di tengah rakyat. Banyak wilayah di Teluk Bintuni yang aksesnya masih terbatas, sehingga kami harus menggunakan perahu agar dapat mendengar langsung apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujar Musa Naa, Senin (8/6/2026).

Anggota DPRD Papua Barat Musa Naa sekaligus politisi Partai Perindo Musa Naa menyerap aspirasi warga Teluk Bintuni saat reses. (Foto: Ist)

Anggota Komisi II DPR Papua Barat ini menerima banyak keluhan terkait kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai. Infrastruktur yang terbatas menghambat mobilitas masyarakat sekaligus mempengaruhi aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan agar pelayanan publik dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah terpencil. Di sisi lain, warga berharap potensi besar sektor kelautan dan perikanan dapat mendapat perhatian lebih melalui program pemberdayaan dan dukungan pemerintah.

Musa menegaskan, aspirasi yang dihimpun selama reses tidak akan berhenti sebagai catatan lapangan semata. Seluruh masukan masyarakat akan dibawa ke tingkat pembahasan dewan untuk diperjuangkan menjadi program pembangunan yang nyata.

“Setiap aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan perjuangan di DPR Papua Barat. Apa yang disampaikan masyarakat akan kami dorong agar masuk dalam prioritas pembangunan, baik melalui penganggaran maupun kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurutnya, pembangunan yang efektif harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Karena itu, kehadiran wakil rakyat di tengah warga menjadi penting untuk memastikan kebijakan yang lahir tidak jauh dari persoalan yang sesungguhnya.

Musa berharap kegiatan reses dapat semakin mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus menjadi jembatan agar setiap suara warga Teluk Bintuni mendapat ruang dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Aspirasi mereka harus terus diperjuangkan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat dan membawa Teluk Bintuni ke arah yang lebih maju,” ujar Sarjana Teknik lulusan Universitas Papua ini.

Anggota DPRD Papua Barat Musa Naa sekaligus politisi Partai Perindo Musa Naa menyerap aspirasi warga Teluk Bintuni saat reses. (Foto: Ist)
Topik Menarik