Kacab di Palopo Kabur usai Isi BBM Rp412.000, Datang Minta Maaf setelah Viral
PALOPO, iNews.id - Aksi seorang pengemudi mobil yang diduga menjabat sebagai kepala cabang (kacab) perusahaan pembiayaan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Dia terekam CCTV kabur tanpa membayar bahan bakar minyak (BBM) yang baru diisinya di SPBU Binturu.
Peristiwa itu terjadi setelah pelaku mengisi BBM senilai Rp412.000 atau sekitar 41 liter. Namun bukannya membayar, pria tersebut justru meninggalkan lokasi dan baru menyelesaikan pembayaran setelah rekaman CCTV aksinya beredar luas di media sosial.
Berdasarkan rekaman CCTV, awalnya minibus hitam bernomor polisi B 2706 UIE datang ke SPBU Binturu untuk mengisi BBM hingga penuh.
Setelah proses pengisian selesai, operator SPBU menyerahkan nota pembayaran kepada pengemudi. Saat itu pelaku meminta pembayaran menggunakan QRIS. Namun pihak SPBU hanya melayani pembayaran secara tunai.
Operator SPBU, Echa, mengungkapkan awalnya tidak menaruh curiga terhadap pengemudi tersebut.
"Awalnya kan datang mau isi BBM full lalu saya isikan. Terus saya kasih nota-nya, dia bilang bisa transfer, saya jawab tidak bisa harus tunai. Lalu dia bilang mau tarik uang dulu, terus dia kasih maju mobilnya," ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Setelah keluar dari antrean, pengemudi beralasan hendak mengambil uang tunai di pusat perbelanjaan. Namun beberapa saat kemudian, mobil tersebut justru meninggalkan lokasi tanpa membayar.
"Terus saya sibuk urusin isi BBM mobil lainnya. Lalu mobilnya sempat mundur, gak lama tancap gas," katanya.
Menyadari adanya dugaan penggelapan pembayaran BBM, SPBU langsung mencari kendaraan tersebut. Sekitar dua jam setelah kejadian, rekaman CCTV aksi pengemudi itu viral di berbagai platform media sosial.
Penelusuran kemudian mengarah pada sebuah mobil dengan nomor polisi yang sama yang ditemukan terparkir di salah satu kantor pembiayaan ternama di Kota Palopo. Dari hasil penelusuran, pengemudi dalam video tersebut diketahui merupakan pimpinan cabang perusahaan tersebut.
Tak lama setelah identitas pengemudi diketahui, pihak yang bersangkutan mengutus bawahannya untuk menyelesaikan pembayaran BBM yang belum dibayarkan.
Selain itu, pengemudi juga mendatangi SPBU untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak pengelola.
Pengawas SPBU Binturu, Rustam Masse, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Persoalan ini alhamdulillah sudah diselesaikan dan meminta maaf sekaligus menyampaikan alasannya karena lalai dan kepikirian sesuatu hingga lupa. Alhamdullilah sudah diselesaikan dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi peristiwa ini," katanya.
Meski telah meminta maaf dan melunasi pembayaran BBM, pengemudi tersebut menolak memberikan keterangan kepada awak media saat dimintai konfirmasi terkait kejadian yang viral tersebut. Pihak SPBU memastikan pembayaran BBM yang sempat belum dibayarkan telah diselesaikan.










